Diduga 2 Oknum DPRD Halsel Manfaatkan Jabatan Melakukan Pemerasan Belasan Juta Rupiah

Halsel – Diduga dua (2) oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Selatan. Provinsi Maluku Utara. Memanfaatkan jabatannya melakukan pemerasan kepada beberapa pejabat dilingkup Halmahera Selatan, yang bermasalah dalam penyalahgunaan anggaran pendapatan belanja negara (APBN), dengan nilai nominal per orang diberikan mencapai belasan juta rupiah. (29/01/2026).

 

 

Informasi yang diterima Media ini, menyebut kedua oknum DPRD Halsel berinisial N dan I diduga melakukan pemerasan dengan menjanjikan kepada beberapa oknum pejabat dilingkup Pemda Halsel, yang bermasalah akan dilindungi sehingga tidak diberikan sanksi pemecatan.

 

“Saudara N punya jabatan strategi di DPRD yang bisa didengar oleh staf atau bawahannya, makanya saat I menajalankan aksinya dengan cara menelfon dan chat WA kepada beberapa pejabat dimintai uang per orang diberikan belasan juta rupiah,” Kata sumber terpercaya enggan menyebutkan namanya.

 

Sumber mengungkapkan bahwa sebelum uang diberikan, I menyakinkan kepada beberapa oknum pejabat yang bermasalah tidak akan di copot,”

 

“Dia (I) menyakin terlebih dulu tidak akan di copot asalkan berikan uang sesuai permintaan sebesar Rp.10.000.000 (sepuluh juta rupiah). Uang ini nanti diteruskan juga ke N yang akan kordinasikan dengan kepala dinas terkait agar jangan usulkan pemecatan jabatan mereka kepada Bupati,” Ungkap sumber

 

Ditanya terkait cara pemberian uang kepada l, sumber mengaku memberikannya kepada orang suruhan l yang mengambil uang tersebut.

 

“Kalau dari pengakuan rekan pejabat yang lain, itu uang dikasih tunai langsung kepada l dan ada juga pihak lain atas suruan l yang datang ambil,” Terangnya.

 

Senada disampaikan salah satu pejabat yang telah di nonaktifkan mengaku turut menjadi korban pemerasan yang diduga dilakukan oleh l kepadanya.

 

“Sebelum saya dinonaktifkan, saat itu l lewat telfon dan chat meminta uang sepuluh juta dan sudah diberikan kepada orang suruhannya dan saya sempat foto berulang kali ketika memberikan uang, karena dengan alasan dijamin tidak akan di copot,”tandasnya.

 

Secara terpisah, l dan N saat ditemui Wartawan ditempat kerjanya untuk meminta konfirmasi sekaligus klarifikasi, malah meminta agar tidak didatangi di kantornya.

 

“Aduuuh… jangan datang di kantor nanti ambil nomor hp biar kita ketemu diluar saja,”pinta l agar tidak di Wawancara di gedung DPRD Halsel.

 

Dengan begitu, l kembali dikonfirmasi via pesan chat WhatsAPP sekira pukul 17:22 Wit. Namun, sayangnya belum juga merespon.

 

Begitu pula N belum ada tanggapan resmi hingga berita ini di turunkan.

 

 

(Jurnalis/Kandi)

Exit mobile version