Dari Balik Tembok Lapas, Warga Binaan Kotaagung Panen 30 Kg Sawi untuk Dukung Ketahanan Pangan
KOTAAGUNG, majalahglobal.com – Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kotaagung kembali menunjukkan hasil nyata. Warga binaan memanen sayuran sawi seberat sekitar 30 kilogram, Kamis (29/01/2026), sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus membekali keterampilan produktif bagi warga binaan.
Panen sawi dilakukan di area kebun Lapas Kelas IIB Kotaagung dengan penuh antusias. Sejak pagi, warga binaan secara bersama-sama menyiapkan peralatan, memanen, hingga mengumpulkan hasil kebun. Sawi segar hasil panen tersebut selanjutnya diserahkan ke dapur lapas untuk diolah dan dimanfaatkan bagi kebutuhan konsumsi warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Kotaagung, Andi Gunawan, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata pembinaan yang berorientasi pada kemandirian dan tanggung jawab sosial.
“Program ketahanan pangan ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga untuk membentuk karakter warga binaan agar produktif, memiliki keterampilan, dan siap kembali ke masyarakat. Dari proses menanam hingga panen, mereka belajar disiplin, kerja sama, dan rasa tanggung jawab,” ujar Andi Gunawan.
Senada dengan itu, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Kasibinadik) Lapas Kelas IIB Kotaagung menegaskan bahwa kegiatan pertanian menjadi salah satu sarana pembinaan yang efektif.
“Melalui kegiatan bercocok tanam seperti ini, warga binaan tidak hanya mengisi waktu dengan kegiatan positif, tetapi juga memperoleh keterampilan yang dapat menjadi bekal hidup setelah bebas nanti. Ini bagian dari pembinaan berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, Giatja Pramungtyas selaku petugas pembina kegiatan kerja menyampaikan bahwa panen sawi tersebut merupakan hasil dari proses pembelajaran yang konsisten dan terarah.
“Mulai dari pengolahan lahan, perawatan tanaman, hingga panen, semuanya dilakukan langsung oleh warga binaan dengan pendampingan petugas. Hasil panen ini menjadi bukti bahwa pembinaan berjalan dan mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” ungkap Giatja.
Program ketahanan pangan di Lapas Kelas IIB Kotaagung diharapkan terus berlanjut dan berkembang, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga sebagai bagian dari kontribusi nyata pemasyarakatan dalam mendukung program pemerintah serta membangun warga binaan yang mandiri, produktif, dan berdaya guna.
Oleh: Andi Raya










