mahkota555

Rutinan Selawatan yang Ke-19, Direktur LBH Djawa Dwipa dan LKH Barracuda Jelaskan Investasi Terbaik untuk Generasi Penerus

Rutinan Selawatan yang Ke-19, Direktur LBH Djawa Dwipa dan LKH Barracuda Jelaskan Investasi Terbaik untuk Generasi Penerus
Hadi Purwanto saat doa bersama
Majalahglobal.com, Mojokerto – Rutinan selawatan yang ke-19, Hadi Purwanto, S.T., S.H., M.H. selaku Direktur LBH Djawa Dwipa dan LKH Barracuda berharap istiqomah dalam kebaikan, Sabtu (24/1/2026) di Jalan Raya Banjarsari Nomor 59, Kedunglengkong, Dlanggu, Mojokerto.
Rutinan Selawatan yang Ke-19, Direktur LBH Djawa Dwipa dan LKH Barracuda Jelaskan Investasi Terbaik untuk Generasi Penerus
Grup Selawat Al Haddad Djawa Dwipa saat Foto bersama

Hadi Purwanto menjelaskan, pihaknya menyampaikan terima kasih atas doa jemaah yang telah membuat anak pertamanya Titan Pasyahrani Hadi mendapatkan nilai A semua di Universitas Negeri Surabaya yang saat ini menempuh semester 5 di Fakultas Hukum.

 

“Selain itu, mohon dibantu mendoakan anak kedua saya yang masih sekolah kelas XI di SMAN 1 Bangsal agar dimudahkan dalam segala urusan setelah bulan kemarin mendapatkan ranking 1. Dan yang terakhir, mohon dibantu mendoakan ahli kubur keluarga saya dan ahli kubur kita semua,” pinta Hadi Purwanto.

Rutinan Selawatan yang Ke-19, Direktur LBH Djawa Dwipa dan LKH Barracuda Jelaskan Investasi Terbaik untuk Generasi Penerus
Pimpinan Grup Selawat Al Haddad Djawa Dwipa saat berdoa bersama

Ditambahkannya, pihaknya berusaha istiqomah untuk mengantarkan generasi penerus menuju cinta islam.

 

“Kami berharap generasi penerus istiqomah untuk mengirim doa bersama-sama, mempraktikkan selawat Nabi, dan mendengarkan kisah-kisah inspiratif Nabi Muhammad SAW. Mengajarkan agama kepada generasi penerus adalah investasi terbaik untuk masa depan mereka,” harap Hadi Gerung, sapaan karibnya.

Rutinan Selawatan yang Ke-19, Direktur LBH Djawa Dwipa dan LKH Barracuda Jelaskan Investasi Terbaik untuk Generasi Penerus
K.H. Hasan Mathori saat memberikan ceramah

Penasehat Jemaah, K.H. Mathori Hasan menambahkan, orang yang paling sayang kepada kita adalah orang tua kita, bukan pasangan kita.

 

“Buktinya saat kita meninggal, pasangan kita menikah lagi. Selagi orang tua masih ada, berbuatlah baik sebanyak-banyaknya,” pesan Kiai Mathori.

Rutinan Selawatan yang Ke-19, Direktur LBH Djawa Dwipa dan LKH Barracuda Jelaskan Investasi Terbaik untuk Generasi Penerus
Grup Selawat Al Haddad Djawa Dwipa

Diterangkannya, contohnya Abah Ismail Pribadi, orang tuanya yang sudah meninggal pasti senang sekali karena beliau istiqomah selawatan, kirim doa, dan beribadah.

 

“Sesungguhnya manusia itu dalam keadaan merugi, kecuali orang yang beriman dan beramal saleh,” ucap Kiai Mathori.

 

Ditegaskannya, jadi kalau ilmu itu tidak diamalkan maka sama seperti pohon yang tidak ada daunnya dan tidak ada buahnya.

 

“Disisi lain, setelah jumatan biasanya jemaah itu rebutan makanan dan minuman di masjid. Semoga kedepannya hal itu tidak terjadi lagi, lebih baik diberikan saat jam 11 siang. Saat jemaah salat jumat datang ke Masjid,” harap Kiai Mathori.

 

Ditambahkannya, orang kaya itu tidak dikatakan kaya kalau dia makan di warung tapi saat melihat pengemis di dekat warung tidak mau memberikan sebagian rezekinya.

 

“Mas Hadi Purwanto ini contoh orang kaya yang benar. Bisa merasakan keberkahan dari mau berbagi dengan cara mengundang banyak jemaah untuk selawatan dan doa bersama di rumahnya. Jangan melihat orang kaya dari harta bendanya, namun lihatlah perilakunya dan amal salehnya,” papar Kiai Mathori.

 

Penasihat Kegiatan, Ustaz Mukid menerangkan, Mas Hadi Purwanto menyampaikan terima kasih kepada jemaah selawat.

 

“Berkat doa kita bersama dan ridho Allah, anak pertama Mas Hadi Purwanto yang bernama Titan Pasyahrani Hadi mendapatkan nilai A semua di Universitas Negeri Surabaya yang saat ini menempuh semester 5 Fakultas Hukum,” jelas Ustaz Mukid.

 

Disisi lain, ia menjelaskan bahwa semua manusia bakal meninggal. Kalau sudah meninggal tidak akan ada yang menemani kita kecuali amal kita.

 

“Allah bakal memberikan pertolongan melalui amal kita tersebut. Contohnya seperti hari ini kita doa bersama, selawatan, dan bersilaturahmi. Kita tidak pernah tau doa dari siapa yang bakal terkabul. Berdoalah dan selalu minta doa kepada orang lain,” pesan Ustaz Mukid. (Jay/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *