Direktur Kesehatan Ditjen PAS Tinjau Layanan Kesehatan dan Pembinaan di Rutan Kelas I Bandar Lampung
Bandar Lampung, majalahglobal.com — Direktur Kesehatan dan Perawatan Rehabilitasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS), Dr. dr. Adhayani Lubis, SP.KJ., M.K.M., melakukan kunjungan kerja ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Bandar Lampung, Kamis (15/1/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka meninjau secara langsung pelaksanaan layanan kesehatan, perawatan rehabilitasi, serta program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Dalam agenda tersebut, Direktur Kesehatan dan Perawatan Rehabilitasi meninjau sejumlah fasilitas utama, di antaranya dapur rutan, klinik kesehatan, dan lahan pertanian yang dikelola sebagai bagian dari program pembinaan dan ketahanan pangan.
Saat meninjau dapur rutan, Dr. Adhayani memastikan standar kebersihan, kualitas bahan makanan, serta proses pengolahan makanan bagi warga binaan telah berjalan sesuai ketentuan. Sementara di klinik rutan, beliau melihat langsung pelayanan kesehatan, termasuk ketersediaan sarana, prasarana, serta tenaga kesehatan.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke lahan pertanian rutan yang menjadi salah satu sarana pembinaan kemandirian warga binaan, sekaligus mendukung program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
Direktur Kesehatan dan Perawatan Rehabilitasi Ditjen PAS, Dr. dr. Adhayani Lubis, SP.KJ., M.K.M., menyampaikan apresiasi atas kinerja jajaran Rutan Kelas I Bandar Lampung.
“Saya mengapresiasi komitmen Rutan Kelas I Bandar Lampung dalam memberikan layanan kesehatan yang layak serta pembinaan yang berkelanjutan kepada warga binaan. Upaya ini sangat penting untuk mendukung pemulihan kesehatan fisik dan mental, sekaligus mempersiapkan warga binaan agar siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat,” ujarnya.
Melalui kunjungan ini, Ditjen Pemasyarakatan berharap pelaksanaan layanan kesehatan, perawatan rehabilitasi, serta pembinaan kemandirian di Rutan Kelas I Bandar Lampung dapat terus ditingkatkan dan menjadi contoh dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang humanis, berorientasi pada pembinaan, dan pemulihan warga binaan.
Oleh: Andi Raya










