Assessment Coping Journaling Digelar, Lapas Narkotika Bandar Lampung Ukur Kejenuhan Narapidana
Bandar Lampung, majalahglobal.com – Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung menggelar kegiatan assessment untuk mengukur tingkat kejenuhan narapidana berbasis coping journaling, Sabtu (10/01/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan kepribadian guna menjaga kesehatan mental warga binaan selama menjalani masa pidana.
Assessment dilaksanakan di lingkungan Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung dengan melibatkan mahasiswa magang dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari Universitas Islam Negeri (UIN). Para mahasiswa mendampingi narapidana dalam mengekspresikan perasaan, pikiran, dan pengalaman pribadi melalui tulisan reflektif sebagai media evaluasi kondisi psikologis serta tingkat kejenuhan yang dirasakan.
Kegiatan ini berada di bawah pendampingan dan pengawasan langsung jajaran Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Binadik). Pengawasan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, dan sesuai dengan prosedur pembinaan yang berlaku di Lapas.
Kalapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, Jumadi, menegaskan bahwa kegiatan assessment berbasis coping journaling merupakan langkah strategis dalam pembinaan yang berorientasi pada aspek kemanusiaan.
“Assessment ini kami lakukan untuk mengetahui secara objektif kondisi mental dan emosional warga binaan. Coping journaling menjadi sarana yang efektif bagi narapidana untuk menyalurkan perasaan dan mengelola kejenuhan secara positif,” ujar Jumadi.
Ia menambahkan, hasil dari assessment tersebut akan dijadikan dasar evaluasi dan pengembangan program pembinaan ke depan agar lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan bahwa pembinaan tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga menyentuh kesehatan mental. Dengan data yang akurat, kami dapat merancang program pembinaan yang lebih humanis, adaptif, dan berdampak positif bagi proses pemasyarakatan,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung menegaskan komitmennya dalam mewujudkan sistem pembinaan yang holistik, berkelanjutan, serta mendukung proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial narapidana.
Oleh: Andi Raya










