mahkota555

Tutup Pekan Olahraga Kalapas Cup, Lapas Kalianda Teguhkan Pembinaan Sportif dan Humanis bagi WBP

Tutup Pekan Olahraga Kalapas Cup, Lapas Kalianda Teguhkan Pembinaan Sportif dan Humanis bagi WBP

Kalianda, majalahglobal.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda secara resmi menutup rangkaian kegiatan Pekan Olahraga Kalapas Cup yang digelar sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Jumat (20/12/2025).

Kegiatan ini menjadi wadah positif bagi WBP untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang olahraga, sekaligus memperkuat nilai-nilai sportivitas, kedisiplinan, serta kebersamaan dalam suasana yang aman, tertib, dan kondusif.

Selama pelaksanaan Pekan Olahraga Kalapas Cup, para WBP terlibat aktif dalam berbagai cabang perlombaan yang menekankan kerja sama tim, kejujuran, serta semangat fair play.

Selain memberikan manfaat bagi kesehatan fisik, kegiatan ini juga berperan penting dalam pembinaan mental dan sosial, guna membentuk sikap saling menghargai dan membangun solidaritas antarsesama warga binaan.

Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda, Benni Nurrahman, menegaskan bahwa olahraga merupakan salah satu instrumen strategis dalam pembinaan yang berkelanjutan di dalam lapas.

“Pekan Olahraga Kalapas Cup ini tidak semata-mata berorientasi pada kompetisi, tetapi menjadi sarana pembinaan karakter. Melalui olahraga, kami menanamkan nilai sportivitas, kedisiplinan, dan kebersamaan agar warga binaan memiliki pola hidup sehat, sikap positif, serta mental yang lebih siap menghadapi proses reintegrasi sosial,” tegas Benni Nurrahman.

Penutupan Pekan Olahraga Kalapas Cup sekaligus menegaskan komitmen Lapas Kalianda dalam menghadirkan pembinaan yang humanis, edukatif, dan berorientasi pada perubahan perilaku positif. Lapas Kalianda terus mendorong kegiatan-kegiatan konstruktif yang mampu membekali WBP dengan nilai-nilai kehidupan yang bermanfaat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat sportivitas dan kebersamaan yang telah terbangun dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di dalam lapas, serta menjadi modal penting bagi WBP saat kembali dan berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.
Oleh: Andi Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *