Perkuat Komitmen Zero Halinar, Lapas Kelas III Dharmasraya Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine Bersama TNI–Polri
Dharmasraya, majalahglobal.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Dharmasraya kembali menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba (Halinar) di lingkungan pemasyarakatan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan razia gabungan, tes urine, serta pemusnahan barang terlarang, Kamis (18/12/2025).
Kegiatan ini melibatkan unsur KODIM 0310/Sijunjung Selatan (SSD), Koramil Pulau Punjung, serta Kompi 3 Batalyon B Brimob Dharmasraya, sebagai bentuk sinergi nyata antara Lapas dan aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan dan integritas lembaga pemasyarakatan.
Razia yang dimulai pukul 09.45 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas III Dharmasraya, Ferdika Canra, didampingi pejabat struktural dan seluruh jajaran pengamanan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh di seluruh blok hunian warga binaan guna memastikan tidak adanya barang terlarang di dalam lapas.
Dari hasil razia, petugas menemukan sejumlah barang terlarang. Seluruh barang temuan tersebut langsung dimusnahkan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Pemusnahan ini menjadi langkah konkret dalam mendukung program nasional Zero Halinar yang terus digencarkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Usai razia dan pemusnahan barang bukti, kegiatan dilanjutkan dengan tes urine terhadap warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan petugas Lapas. Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh sampel urine yang diuji dinyatakan negatif narkoba, menegaskan bahwa tidak terdapat indikasi penyalahgunaan zat terlarang di lingkungan Lapas Kelas III Dharmasraya.
Kepala Lapas Kelas III Dharmasraya, Ferdika Canra, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bentuk komitmen nyata dan berkelanjutan.
“Razia dan tes urine ini merupakan wujud keseriusan kami dalam menciptakan Lapas yang bersih, aman, dan berintegritas. Kami tidak memberikan ruang sedikit pun bagi peredaran narkoba, handphone ilegal, maupun praktik pungli. Komitmen Zero Halinar adalah harga mati,” tegas Ferdika.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi dengan TNI dan Polri akan terus diperkuat guna memastikan stabilitas keamanan serta kepercayaan publik terhadap lembaga pemasyarakatan.
“Kami ingin memastikan bahwa Lapas Kelas III Dharmasraya benar-benar menjadi institusi pembinaan yang bersih dan profesional, serta mendukung penuh agenda reformasi pemasyarakatan,” pungkasnya.
Oleh: Andi Raya










