mahkota555

Dauroh Keluarga, Ustaz Fadlan: Perceraian Rumah Tangga Merupakan Target Utama Iblis

Dauroh Keluarga, Ustaz Fadlan: Perceraian Rumah Tangga Merupakan Target Utama Iblis
Ustaz Fadlan Fahamsyah saat menyampaikan ceramahnya
Majalahglobal.com, Surabaya – Keluarga Islami menggelar dauroh keluarga yang mengangkat tema selamanya berumah tangga, Minggu (14/12/2025) di Palm Park Hotel Surabaya.

 

Ustaz Dr. Fadlan Fahamsyah, Lc., M.H.I. menjelaskan, tidak ada rumah tangga tanpa ada pernikahan.

 

“Akad pernikahan itu digambarkan di Al Qur’an Surat An Nisa ayat 21. Wanita itu telah mengambil dari kalian perjanjian yang kuat. Jadi pernikahan menurut Al Qur’an dibahasakan dengan perjanjian yang kuat,” ucapnya.

 

Ditambahkannya, setan faham akan hal itu makanya setan ingin mengurai ikatan itu. Setan ingin simpulan itu lepas.

 

“Sesungguhnya iblis meletakkan singgahsananya di atas air. Kemudian iblis di atas singgahsananya mengirim tentaranya untuk menggoda manusia. Tentaranya iblis yang paling dekat dengan iblis adalah yang paling pandai menggoda manusia,” jelasnya.

 

Kemudian datanglah satu persatu tentara iblis dan berkata pada iblis bahwa ia berhasil melakukan ini dan itu. Menjadikan manusia melakukan dosa a, b dan c.

 

“Iblis berkata kamu belum berbuat apa-apa. Kemudian datanglah prajurit iblis lain yang berkata wahai iblis tidaklah aku meninggalkan anak Adam sebelum aku menceraikannya dengan istrinya. Apa hikmahnya, hikmahnya adalah rumah tangga merupakan target utama iblis” terangnya.

 

Masih kata Ustaz Fadlan, cara merawat rumah tangga adalah dengan melaksanakan 10 kaidah hubungan istri dengan mertua. Tidak sedikit masalah itu timbul terjadi dari istri dan mertua.

 

1. Hubungan menantu dan mertua harus dilandasi ibadah. Karena ibadah maka tujuannya untuk mencari ridho Allah bukan hanya untuk menyenangkan manusia. Nabi bersabda, sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak. Istri yang hidup dengan mertua harus dilandasi ibadah.

 

2. Hanya Allah yang mampu menyatukan hati manusia. Minta tolonglah kepada Allah untuk melunakkan hati mertua dan istrimu. Meskipun kamu memberikan nafkah berupa mobil dan rumah tetap saja jika hati istrimu tidak cocok dengan ibu kandungmu maka selamanya tidak akan cocok.

 

3. Mertua bukan orang tua. Tidak ada kewajiban istri berbakti kepada mertua. Tapi mertua wajib dimuliakan, disayangi, dan dihormati. Jangan menyamakan mertua dengan orang tuamu. Waris itu hanya berhak diterima oleh anak kandungnya. Beribadah itu pakai syariat bukan perasaan. Tidak wajib berbakti bukan maksudnya mendzolimi ya.

 

4. Bukan termasuk sunnah mengumpulkan istri dengan orang tua. Istri itu berhak mendapatkan rumah meskipun kontrak. Utamanya istri harus pisah dari mertuanya dan kerabat suaminya daripada terus bertengkar. Itu kalau mertuanya jahat istrinya lari. Dan kalau istrinya jahat mertuanya stroke. Berhak disini bukan berarti wajib, boleh saja jika istri legowo tinggal bersama mertuanya. Kenapa mertua perempuan banyak yang tidak cocok dengan menantu perempuan. Itu karena perempuan pakai perasaan. Mertua itu pernah jadi menantu dan pernah jadi istri. Kebanyakan mertua ingin menantunya seperti saat dia menjadi menantu dulu. Jadi ada sudut pandang yang tidak nyambung. Kalau engkau menjumpai suamimu memiliki kelebihan rezeki dan memberikan rezeki kepada orang tuanya maka jangan diprotes selama sudah mencukupi kebutuhan rumah tangga. Hal itu akan mengajarkan hartanya istri hartanya istri. Hartanya suami hartanya suami. Suami wajib memberikan nafkah sementara istri tidak wajib memberikan nafkah.

 

5. Yang tua sayang kepada yang muda. Yang tua hormat kepada yang muda. Bukan golonganku orang yang tidak menyayangi yang tua dan yang tidak menghormati yang muda.

 

6. Sabar akan kekurangan masing-masing. Bersabarlah akan ucapan mereka. Contohnya saat istri tanpa sengaja dengar ucapan mertua maka hal itu akan jadi masalah. Syarat diridhoi Allah itu ada pada orang tua. Seandainya kamu berbuat baik selama satu tahun penuh kepada istrimu maka saat kamu sehari melakukan kesalahan maka istrimu akan bilang kamu tidak pernah berbuat baik.

 

7. Memahami peran dan posisi masing-masing dan tidak intervensi apa yang bukan menjadi urusannya. Ada silaturahmi putus itu dikarenakan istri dan mertua. Contohnya gegara warisan. Ada istri yang bilang kalau semua sudah dapat warisan tinggal kamu saja yang belum pasti dibawa kakakmu semua. Sama dengan pendidikan anak, ketidaksamaan sudut pandang bisa membuat masalah. Seorang istri tidak boleh menghalangi suaminya berbakti kepada ibunya. Kalau sudah berumah tangga harus mempunyai ilmu.

 

8. Suami harus jadi penengah ketika ada masalah.

 

9. Hak orang tua lebih agung dari istri tapi bukan berarti berbuat dzolim terhadap istri.

 

10. Menjaga lisan. Lisan kalau sudah masuk ke hati bakal terus diingat. Sulit memaafkan dan sulit melupakan itulah karakter perempuan. (Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *