Libur Panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 , Kakanwil Ditjenpas Lampung: “Bagi Kami Siaga Panjang”
Bandar Lampung, majalahglobal.com – Menyambut libur panjang akhir tahun 2025, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Lampung memastikan seluruh jajaran pemasyarakatan tetap dalam kondisi siaga. Kakanwil Ditjenpas Lampung, Jalu Yuswa Panjang, menegaskan bahwa momen libur panjang bagi masyarakat justru menjadi periode kewaspadaan tinggi bagi petugas pemasyarakatan.
“Libur panjang bagi masyarakat adalah siaga panjang bagi kita,” ujar Jalu saat ditemui di kantornya, hari ini. Senin (8/12/2025).
Jalu menjelaskan bahwa jajarannya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi dalam menghadapi libur bersama pada 24–25 Desember 2025 serta Tahun Baru 1 Januari 2026. Ia menyebutkan bahwa lonjakan kunjungan keluarga akan terjadi di periode tersebut.
“Masyarakat saat libur pasti ingin bertemu keluarganya yang ada di dalam. Untuk itu seluruh UPT sudah menyiapkan tim-tim pelayanan kunjungan tambahan selama liburan,” ujarnya.
Menurut Jalu, pola pengaturan piket petugas juga telah diatur agar pelayanan tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan hak petugas untuk mendapatkan waktu istirahat.
“Petugas nanti akan bergantian liburnya. Beberapa tim sudah dibentuk khusus untuk layanan kunjungan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kakanwil Ditjenpas Lampung menegaskan bahwa seluruh persiapan sudah dimulai sejak 1 Desember 2025. Puncak kesiapan akan ditandai dengan pelaksanaan Apel Siaga Natal dan Tahun Baru pada 22 Desember 2025.
“Apel siaga bukan persiapan lagi, tapi menunjukkan kesiapan penuh atas semua yang telah kami rencanakan sejak awal Desember,” tegasnya.
Selain pelayanan kunjungan, pelaksanaan perayaan ibadah Natal bagi warga binaan yang beragama Nasrani juga telah dijadwalkan di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan.
“Di beberapa UPT pelaksanaan ibadah sudah berjalan, seperti di Lapas Kelas I Bandung Lampung, Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung dan Rutan Kelas I Bandar Lampung. UPT lain menyusul mulai Selasa hingga Jumat mendatang,” jelas Jalu.
Jajaran pemasyarakatan di Lampung juga masih menunggu instruksi apakah akan digelar Zoom Natal Bersama dari Kementerian Hukum dan HAM, namun secara umum layanan ibadah Natal telah disiapkan secara mandiri di masing-masing UPT.
Di akhir wawancara, Jalu memberikan pesan khusus untuk seluruh jajaran pemasyarakatan di Lampung agar selalu memperkuat koordinasi lintas sektor.
“Teman-teman semuanya harus terus berkoordinasi dengan Polri, BPBD, Damkar, dan TNI untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” pesannya.
Ia menambahkan bahwa mitigasi risiko sudah dipersiapkan sejak awal tahun dan seluruh petugas telah dibekali langkah pencegahan hingga penanganan jika terjadi situasi darurat.
“Kita harus siap kapanpun. Mitigasi, antisipasi, dan langkah pelaksanaan harus jelas. Saya yakin teman-teman sudah sangat siap,” tutupnya.
Oleh: Andi Raya










