mahkota555

Kemandirian Terbentuk: Warga Binaan Lapas Kelas IIB KotaAgung Asah Keahlian Abon Tuna dan Budidaya Ikan Nila

Kemandirian Terbentuk: Warga Binaan Lapas Kelas IIB KotaAgung Asah Keahlian Abon Tuna dan Budidaya Ikan Nila

KOTAAGUNG, majalahglobal.com – Aula Lapas Kelas IIB Kotaagung penuh dengan semangat baru. Para Warga Binaan tampak serius namun antusias mengikuti pelatihan kemandirian pembuatan abon ikan tuna dan budidaya ikan nila. Kegiatan yang digelar pada Jumat (5/12/2025) ini diharapkan memberikan keterampilan baru yang bermanfaat baik selama masa pembinaan maupun setelah mereka kembali ke masyarakat, membuka peluang usaha yang lebih baik.

Pelatihan tersebut dibuka oleh Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Pengentasan Anak (Kasi Binadik dan Giatja) Lapas Kotaagung, Pramuningtyas Wardhana. Dalam sambutannya, Pramuningtyas menekankan pentingnya mengikuti pembinaan ini dengan serius dan penuh kemauan belajar. Ia juga mengatakan bahwa keterampilan ini menjadi bekal yang sangat penting dalam mempersiapkan para Warga Binaan untuk kehidupan mereka setelah kembali ke masyarakat.

“Pembinaan kemandirian ini sangat penting, bukan hanya untuk memperbaiki keterampilan, tetapi juga untuk membentuk rasa percaya diri para Warga Binaan. Harapannya, setelah keluar dari Lapas, mereka dapat berkontribusi lebih baik di masyarakat,” ujar Pramuningtyas.

Tim pelatihan yang berasal dari Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Kotaagung turut memberikan materi dengan cara yang praktis dan mudah dipahami. Dalam sesi pelatihan tersebut, Warga Binaan diberikan kesempatan untuk langsung mempraktekkan pembuatan abon ikan tuna, mulai dari pengolahan daging ikan hingga teknik memasak agar abon tetap renyah dan awet. Tak hanya itu, mereka juga diberi ilmu tentang budidaya ikan nila, mulai dari pemilihan benih, cara merawat ikan, hingga cara pembuatan kolam yang efektif.

Bapak Amin, perwakilan dari SUPM Negeri Kotaagung, mengapresiasi kerjasama ini dan berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan dampak positif bagi Warga Binaan. “Kami sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk berbagi ilmu. Semoga dengan pelatihan ini, Warga Binaan semakin terampil dan siap memulai usaha baru setelah kembali ke masyarakat,” kata Amin.

Sesi praktik pelatihan terlihat sangat meriah. Warga Binaan tampak begitu bersemangat, mulai dari memotong ikan tuna hingga meracik bumbu. Beberapa peserta saling berbagi tips dan trik dalam mencacah daging ikan agar lebih mudah diproses, sementara yang lainnya sibuk menyiapkan bahan untuk memasak. Suasana yang penuh tawa dan diskusi aktif menunjukkan betapa mereka menikmati setiap proses pembelajaran.

Kalapas Kotaagung, Andi Gunawan, juga mengungkapkan harapannya atas pelatihan ini. Dalam sambutannya, Andi Gunawan menyatakan bahwa pembinaan kemandirian adalah salah satu program utama untuk mempersiapkan Warga Binaan agar lebih siap menghadapi kehidupan setelah masa hukuman mereka berakhir.

“Pembinaan ini bukan sekadar keterampilan teknis, tetapi juga penanaman semangat untuk bangkit dan memberi kontribusi positif di masyarakat. Kami ingin Warga Binaan pulang dengan kemampuan yang baru, lebih percaya diri, dan penuh harapan,” tegas Andi Gunawan.

Pelatihan ini menjadi bukti nyata bahwa Lapas Kotaagung berkomitmen untuk memberikan pembinaan yang berkualitas, dengan mengedepankan keterampilan yang relevan dan berguna bagi masa depan para Warga Binaan. Diharapkan, setelah mengikuti pelatihan ini, mereka dapat menciptakan peluang usaha dan hidup lebih mandiri, menjauhkan diri dari kenakalan dan kembali memberi manfaat bagi lingkungan mereka.
Oleh: Andi Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *