mahkota555

Jelang Nataru, Seksi Binadik dan Giatja Lapas Kelas IIB Kotaagung Mantapkan Ritme Kerja untuk Pembinaan WBP yang Lebih Efektif

Jelang Nataru, Seksi Binadik dan Giatja Lapas Kelas IIB Kotaagung Mantapkan Ritme Kerja untuk Pembinaan WBP yang Lebih Efektif

KOTAAGUNG, majalahglobal.com – Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Binadik dan Giatja) Lapas Kelas IIB Kotaagung menggelar rapat internal pada Sabtu (29/11/2025) di Aula Lapas Kotaagung. Rapat yang dipimpin langsung oleh Kasi Binadik dan Giatja, Pramuningtyas Wardhana, ini berlangsung tertib dan hangat sebagai ruang untuk menyelaraskan kembali ritme kerja jajaran dalam pelaksanaan tugas.

Kegiatan tersebut menjadi ajang konsolidasi untuk memastikan seluruh program pembinaan dan kegiatan kerja berjalan sesuai target, terukur, dan tepat sasaran. Pembahasan meliputi evaluasi pelaksanaan program pembinaan kepribadian dan kemandirian, penguatan administrasi pemasyarakatan, hingga optimalisasi peran petugas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Momentum rapat juga dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi menyeluruh menjelang perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru). Seluruh jajaran didorong untuk meningkatkan kesiapan, baik dalam pelayanan pembinaan, kegiatan kerja, maupun pelayanan administratif, agar periode akhir tahun dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi WBP. Berbagai isu teknis hingga kebutuhan khusus jelang perayaan akhir tahun turut dibahas agar langkah antisipatif dapat dipersiapkan sejak dini, termasuk pengaturan jadwal kegiatan, penguatan kedisiplinan, dan peningkatan pengawasan.

Kasi Binadik dan Giatja, Pramuningtyas Wardhana, menekankan pentingnya kekompakan dan komunikasi yang intens di antara petugas. Menurutnya, kualitas pembinaan sangat ditentukan oleh keseriusan jajaran dalam melaksanakan tugas secara konsisten dan bertanggung jawab.

“Rapat ini bukan hanya soal evaluasi, tetapi juga untuk menyamakan ritme dan cara pandang kita dalam bekerja. Kita ingin setiap program pembinaan dan kegiatan kerja yang dijalankan benar-benar terarah, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan. Apalagi menjelang Nataru, kita harus lebih siap, lebih sigap, dan lebih kompak,” ujar Pramuningtyas.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh jajaran Binadik dan Giatja untuk terus meningkatkan kedisiplinan, ketelitian dalam penyusunan administrasi, serta kepekaan terhadap dinamika di blok hunian maupun bengkel kerja. Dengan begitu, setiap potensi hambatan dalam pembinaan dapat diantisipasi sedini mungkin.

Di tempat terpisah, Kalapas Kelas IIB Kotaagung, Andi Gunawan, menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan konsistensi jajaran Seksi Binadik dan Giatja dalam menjaga kualitas pembinaan di Lapas Kotaagung. Ia menilai, rapat internal semacam ini sangat penting sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola layanan pemasyarakatan.

“Saya mengapresiasi langkah Seksi Binadik dan Giatja yang terus proaktif melakukan evaluasi dan penyelarasan kerja. Rapat ini adalah wujud komitmen bersama untuk menjaga kualitas pembinaan, memperkuat koordinasi, serta memastikan seluruh program berjalan tepat sasaran dan berdampak positif bagi Warga Binaan,” tegas Andi Gunawan.

Andi Gunawan juga menambahkan, menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, intensitas pelayanan dan pengawasan tentu akan meningkat. Oleh karena itu, diperlukan kesiapan ekstra dari seluruh jajaran, termasuk dalam hal pembinaan mental, kegiatan kerja produktif, serta pelayanan hak-hak WBP.

“Menjelang akhir tahun, beban pelayanan biasanya meningkat. Karena itu, saya minta seluruh jajaran khususnya Binadik dan Giatja untuk tetap solid, saling menguatkan, dan menjaga integritas. Pastikan setiap Warga Binaan mendapatkan pembinaan yang manusiawi, terarah, dan sesuai regulasi. Dengan ritme kerja yang selaras, kita bisa mewujudkan Lapas Kotaagung yang makin tertib, aman, dan produktif,” lanjutnya.

Melalui rapat ini, diharapkan sinergi antarpetugas di Seksi Binadik dan Giatja semakin kuat, sehingga setiap program pembinaan yang dijalankan tidak hanya sekadar rutinitas, tetapi benar-benar menjadi sarana perubahan perilaku dan peningkatan kualitas diri bagi Warga Binaan Pemasyarakatan.
Oleh: Andi Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *