mahkota555

Dari Balik Jeruji ke Meja Wisatawan: Jelantik WBP Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung Siap Go Public di Kyoko Beach

Dari Balik Jeruji ke Meja Wisatawan: Jelantik WBP Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung Siap Go Public di Kyoko Beach

Bandar Lampung, majalahglobal.com – Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung terus memperkuat program pembinaan kemandirian warga binaan berbasis ekonomi kreatif. Terbaru, Lapas melakukan penjajakan kerja sama dengan Kyoko Beach untuk memperluas promosi dan pemasaran produk unggulan hasil karya warga binaan, yakni “Jelantik” (Dugan Jelly Lapas Narkotika), Rabu (26/11/2025).

Kalapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, Jumadi, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk keseriusan Lapas dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masa depan warga binaan.

“Kolaborasi dengan Kyoko Beach ini bukan sekadar menjual produk, tetapi bagian dari ikhtiar kami menghadirkan pembinaan yang berorientasi pada kemandirian. Kami ingin menunjukkan bahwa karya warga binaan punya kualitas, daya saing, dan layak diterima di tengah masyarakat,” ujar Jumadi.

Lebih lanjut, Jumadi menegaskan bahwa kerja sama dengan sektor pariwisata menjadi strategi penting dalam mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan setelah bebas.

“Melalui dukungan mitra eksternal, khususnya sektor pariwisata seperti Kyoko Beach, kami berharap produk Jelantik bisa menjadi pintu pembuka bagi warga binaan untuk percaya diri, mandiri secara ekonomi, dan tidak kembali melakukan pelanggaran hukum. Ini sejalan dengan semangat pembinaan yang humanis dan berkelanjutan,” tambahnya.

Dalam kunjungan tersebut, tim Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung memaparkan secara langsung proses produksi Jelantik, mulai dari pengolahan bahan, pengemasan, hingga standar kebersihan yang diterapkan. Produk jelly dessert berbahan dasar dugan ini diracik dan diproduksi langsung oleh warga binaan yang telah mendapatkan pelatihan, dengan pengawasan petugas serta memperhatikan standar kualitas pangan.

Pihak manajemen Kyoko Beach memberikan respons positif dan menyambut baik penjajakan kerja sama tersebut. Mereka membuka peluang agar Jelantik dapat ditampilkan sebagai salah satu pilihan menu bagi pengunjung di area wisata Kyoko Beach.

Kerja sama ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar, meningkatkan nilai ekonomi produk, sekaligus menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus berkarya secara produktif.

“Jika kerja sama ini terwujud, kami yakin akan menjadi contoh positif bahwa pembinaan di Lapas bukan hanya soal hukuman, tetapi juga tentang memberi kesempatan kedua melalui karya dan produktivitas,” tutup Jumadi.

Dengan penjajakan ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung berharap Jelantik dapat berkembang menjadi produk unggulan yang digemari masyarakat dan menjadi simbol keberhasilan program pembinaan kemandirian warga binaan.
Oleh: Andi Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *