Ternyata Biaya Kuliah Di Kampus UNSAN Halsel Capai Puluhan Juta Per Mahasiswa, Masyarakat Tau Gratis!

HALSEL – Masyarakat Kabupaten Halmahera Selatan. Provinsi Maluku Utara. Dibohongi dengan dikalim biaya kuliah gratis di kampus Universitas Nurul Hasan Bacan (UNSAN) Halmahera Selatan. Kenyataannya, khusus biaya kuliah mencapai puluhan juta rupiah yang harus dikeluarkan per mahasiswa mulai dari pendaftaran hingga akhir studi-wisuda, jika dikalikan dengan biaya hidup mencapai ratusan juta rupiah.

 

 

Fakta ini, bedasarkan hasil penilusuran di temukan data falid yang dikeluarkan secara resmi oleh kampus UNSAN berlokasi di Desa Wayamiga Kec. Bacan Timur, Halsel. Dan berbagai sumber internal kepada Media, pada selasa 25 November 2025.

 

Diketahui, untuk anggaran penetapan besarkan biaya tugas akhir ujian karya tulis ilmiah wisuda sarjana S1 dan Diploma Tiga yang dikeluarkan dan ditanda tangani langsung oleh direktur kampus UNSAN Bacan, Halsel. Yudi Eka Prasetiya S.Si. M.Si dengan nomor surat :686/40/UNSAN/VII/2025.

 

Biaya yang harus dikeluarkan per mahasiswa untuk program sarjana S1;

1. Biaya seminar Proposal Rp.350 ribu

2. Seminar hasil penelitian Rp.750 ribu

3. Ujian kompetensi atau skripsi Rp.2.000.000

4. Wisuda Sarjana Rp.7.500.000

5. Yudisium Rp.300.000 total Rp.10.900.000 (sepuluh juta sembilan ratus ribu).

 

Total anggaran tersebut, belum terhitung dengan biaya pendaftar awal saat masuk kulia senilai Rp.250.000 ribu, dan KKN Rp.3.500.000 serta PKL Rp. 4.100.000.

Jumlah total Rp.18.750.000 (delapan belas juta tujuh ratus limah puluh ribu rupiah).

 

Besaran anggaran tersebut, belum termasuk dengan biaya empat (4) buah buku pelajaran yang dibebankan ke setiap mahasiswa untuk diserahkan menjadi hak milik kampus UNSAN Bacan, Halsel.

 

Sedangkan, urutan biaya khususnya program diploma;

1. Biaya seminar proposal Rp.500.000

2. Ujian karya teks tulis ilmiah (teknik pertambangan) Rp.2.000.000

3. Ujian karya tulis ilmiah (teknologi penangkapan ikan) Rp.1.500.000

4. Wisuda Diploma Rp.7.500.000

5. Yudisium Rp.300.000

Total (teknik pertambangan) Rp.10.900.00 ( sepuluh juta sembilan ratus ribu rupia).

Sementara, total (Teknologi Penangkapan Ikan) Rp9. 300.000 (sembilan juta tiga ratus ribu rupia).

 

 

Biaya Program Diploma ini, belum termasuk biaya pendaftar kulia senilai Rp.250.000, KKN Rp3.500.000 serta dan PKL Rp.4.100.000, serta biaya empat (4) buah buku pelajaran dibebankan ke setiap mahasiswa untuk di berikan ke kampus UNSAN Bacan, Halsel.

 

 

“Iya benar anggaran semua ini dibebankan kepada setiap Mahasiswa. Setau kami, Masyarakat Halmahera Selatan pada umumnya mengetahuk masuk kuliah di kampus UNSAN Bacan, itu gratis tetapi faktanya serba bayar,”Ungkap sumber terpercaya enggan menyebutkan namanya.

 

Lebih lanjut kata sumber, dari total anggaran diatas pihak kampus menolak memberitahukan rincian biaya apa-apa saja di belanjakan atau dipergunakan?

 

“Mungkin semua Mahasiswa di kampus UNSAN tidak mengetahui soal biaya yang di bebankan itu dibelanjakan untuk apa atau disetor ke mana, dan apa yang akan diberikan ke Mahasiswa khusunya yang akan wisuda ini. Tanya sumber

 

Sumber mengaku, mulai biaya masuk kuliah di kampus UNSAN Bacan, hingga wisuda mencapai angka ratusan juta rupiah jika ditotalkan dengan biaya hidup.

 

 

“Bukan saja biaya kualia. Mahasiswa sering kali dibebani oleh berbagai komponen biaya lain di luar dari biaya kuliah pokok. Misalnya, Mahasiswa yang bertempat tinggal di indekos, biaya trasportasi dan biaya hidup sehari-hari,” Tambahnya

 

“Bila di rinci semua ini, maka total biaya yang harus dikeluarkan orang tua yang rata-rata pekerjaannya petaniemcapai ratusan juta rupiah. Itulah mengapa sebagian besar generasi lulusan SMA lebih memilih pengangguran, dan banyak terjadinya unsur pidana atau kenakalan remaja,”Jelas sumber mengakhiri.

 

Direktur kampus UNSAN Bacan, Yudi Eka Prasetiya S.Si. M.Si tidak berada di tempat kerjanya saat ditemui Wartawan.

 

Sementara, pihak Biro Administrasi Umum dan Keuangan (BAUK) UNSAN Bacan, tidak dapat menjawab pertanyaan yang di sampaikan, sehingga Awak Media menitipkan nomor HP untuk memberikan klarifikasi saat berita ini diturunkan belum ada tanggapan resmi.

 

(Jurnalis/Kandi)

Exit mobile version