mahkota555

Dea Partiwi Siswi SMPN 31 Batang Hari Raih Prestasi Membanggakan di Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Provinsi Jambi 2025

Batang Hari,majalahglobal.com – Dea Partiwi Siswi jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMPN) 31 asal Kabupaten Batang Hari, kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Provinsi Jambi tahun 2025 yang digelar Balai Bahasa Provinsi Jambi (BBPJ) di Grand Hotel Jambi pada Selasa (18/11/2025).

 

 

Sebelumnya Dea berhasil meraih Juara 1 pada ajang Festival Tunas Bahasa Ibu, (FTBI) tingkat kabupaten Batang Hari, pada 16 November 2025.

 

Dengan diraihnya juara tersebut, Dea Partiwi dipercaya untuk mewakili kabupaten Batang Hari di ajang FTBI tingkat provinsi Jambi, kini ia kembali berhasil meraih prestasi membanggakan dengan membawa juara 1 lomba di Tembang Tradisi Melayu Jambi di Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat provinsi Jambi.

 

Dea Partiwi, siswi SMPN 31 BatangHari, mengungkapkan kegembiraanya atas prestasi yang diraihnya, “FTBI sangat bagus sekali, dapat mengasah kompetensi diri, persainganpun sangat ketat karena diikuti oleh sekolah SD SMP sederajat Se-provinsi Jambi, Alhamdulillah saya peserta dari SMPN 31 Batang Hari berhasil membawa pulang gelar juara lomba di Tembang Tradisi Melayu Jambi, “ujarnya Dea

 

Ratih Wulandari, S.Pd selaku Guru pendamping SMPN 31 Batang Hari, menyampaikan Apresiasinya terhadap semangat belajar Bahasa Daerah yang ditunjukan oleh peserta didiknya.

 

” Dengan adanya lomba FTBI ini, peserta didik lebih bersemangat untuk belajar Bahasa, sehingga bisa mempertahankan Tunas Bahasa Ibu yang smakin lama sepertinya semakin terkikis, ” Tuturnya

 

Tambahnya lagi,

Kegiatan tahunan ini bertujuan untuk meningkatkan kemahiran berbahasa daerah, menumbuhkan kreativitas dalam bersastra, serta menanamkan rasa bangga terhadap budaya daerah,

 

“Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kabupaten Batang Hari, sekaligus menunjukkan bahwa pelajar daerah mampu bersaing di tingkat provinsi dengan menjunjung tinggi nilai budaya lokal.” Tutupnya. (Darmawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *