HALSEL – Salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Selatan. Provinsi Maluku Utara. Usai viral yang diduga kuat melakukan penghinaan dengan menyebut GOBLOK ke Rakyat, Masdar Mansur selalu wakil Ketua komisi lll itu tak lagi berkantor untuk menghadiri rapat paripurna.
Padahal kedatangannya tunggu -tunggu dan akan di sambut oleh Massa aksi unjuk rasa yang akan mengusirnya dari gedung DPRD Halsel.
Diketahui, Rapat Paripurna DPRD Halmahera Selatan, dengan agenda Pandangan Umum Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-P) Tahun Anggaran 2025 yang berlangsung di ruang sidang paripurna DPRD HALSEL, pada Kamis (4/9/2025).
Rapat paripurna dihadiri pimpinan DPRD, Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin, Sekda Halsel, serta sejumlah pejabat organisasi perangkat daerah (OPD), kursi anggota dewan tampak tidak sepenuhnya terisi. Beberapa legislator absen, termasuk Masdar Mansur yang belakangan ini menjadi sorotan publik usai menyakiti hati Rakyat.
Kehadiran anggota dewan dalam rapat penting seperti pembahasan APBD-P dinilai krusial, mengingat forum tersebut membahas alokasi anggaran yang berdampak langsung pada kepentingan masyarakat. Absennya sejumlah wakil rakyat menimbulkan tanda tanya soal komitmen mereka dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran.
Meski demikian, rapat tetap berjalan dengan agenda penyampaian pandangan umum dari tujuh fraksi DPRD Halsel yang memberi catatan serta rekomendasi terhadap dokumen perubahan anggaran daerah.
Sementara, sejumlah pemuda CIPAYUNG mengatakan kedatangan Mansur di gedung g DPRD Halsel, akan di sambut dengan aksi tuntutan di berhentikan dari jabatannya dan dilakukan pengusiran dari gedung DPRD Halsel.
“Yang bersangkutan (Masdar Mansur) selaku anggota Dewan tidak pantas sebagai wakil Rakyat. Kehadiran Manaur di gedung DPRD akan kami sambut dengan aksi unjuk rasa dan mengusirnya keluarga,”Tegas sejumlah aktifis mengakhiri.
(Jurnalis/Kandi)










