Halsel – Majalahglobal.com. salah satu karyawan PT Parama Grup yang beraktifitas tambang Nickel di Desa Kawasi Kecamatan Obi Kabupaten Halmahera Selatan. Provinsi Maluku Utara. Meninggal dunia diduga kuat gegara tidak adanya pelayanan Medis saat korban mengalami sakit demam.
Menurut informasi yang di terima Media ini, menyebut Korban atas nama Jack Kinsal asal warga Manado Prov. Sulawesi Utara.
“Korban ini mengalami sakit demam dan dirawat di klinik milik PT. Parama Grup. Karena kebutuhan pelayanannya tidak memadai, sehingga pihak Medis membawa pasien bersangkutan ke Long-Boad pagi tadi sekitar jam 5 subuh agar pasien bisa berobat di luar,” Kata sumber enggan namanya di sebut dalam Media ini, sabtu (28/06/2025).
Lebih lanjut, sumber terpercaya menjelaskan bahwa pasien yang di antar oleh mobil ambulance ke Long-Boad tidak infus atau pendampingan dari tim Medis untuk membawa pasien ke RSUD Obi atau Labuha.
“Iya jadi pagi tadi Ambulanc yang antar pasien ke Long-Boad tujuannya ke Labuha, itu pihak Medis dan Ambulanc langsung balik tidak ada botol infus atau pendampingan dari pihak Medis terhadap pasien untk ke rumah sakit. Setelah pasien meninggal dunia barulah Ambulanc kembali jemput pasien di Long-Boad lgi,” Ungkap Sumber terpercaya itu dengan penuh dana amaraha atas pelayanan pihak perusahan.
Menurutnya, hal ini sudah berulang kali terjadi jika setiap karyawan yang mengalami sakit maka tidak ada tindakan serius dari pihak Media terhadap pasien.
“Kasus seperti ini sudah banyak terjadi di perusahan Kawasi ini, hanya saja tidak ada rasa kepedulian dari pihak Medis. Kasus begini meski ada aparat yang bertugas di sini maupun diketahui oleh pemerintah daerah tetapi menutupi kasusnya dalam setiap kejadian yang memakan korban jiwa,” Terang sumber mengakhirinya.
Terpisah, HRD PT Paratama Grup Ny. Azaria di konfirmasi via sambungan telfon membenarkan hal tersebut.
“Iya informasi yang kami terima itu karyawan sakit dan tiba-tiba pingsan langsung kami jemput setelah dapat info,” Jelas Ny. Azaria
Anehnya lagi, saat di tanya kembali Ny. Azaria mengatakan korban dalam kondisi sehat dan meminta cuti langsung pingsan.
“Dia (korban) sehat dan minta cuti disitu dia (korban) pingsan diruang tunggu saat mau naik speed. Nah kami dapat informasi langsung jemput begitu.
Dengan begitu salah satu petinggi PT. Parama Grup yakni Ramdi Mahmud mengaku usai korban meninggal dunia dirinya yang menjemput.
“Pasien itu saya yang jemput jadi informasi awal kami belum tau soal video yang bapak terima. Untuk penentuan pasien meninggal atau tidak itu dari tim Medis, cuma ada beberapa orang yang membantu angkat pasien ke Ambulanc untuk di kembalikan karena pasien meninggal itu bukan di Long-Boad tapi masih di ruang tunggu,”tutur Ramdi Mahmud
Ditanya kembali apakah pihak HRD sendiri sudah mendapat informasi sebelum korban meninggal dunia, ada pihak Medis membawa korban ke longbooad menggunakan Ambulanc.?
Ramdi Mahmud mengaku belum mendapat informasi tersebut.
“Kalau informasi itu kami belum terima,” Ucap Ramli. (Jurnalis/Kandi)










