Tragedi Kerja atau Kelalaian, K3 IKPP Perawang Tbk Dituding Abai Usai Sopir Tewas Tertimpa Kayu

Tragedi Kerja atau Kelalaian, K3 IKPP Perawang Tbk Dituding Abai Usai Sopir Tewas Tertimpa Kayu
Tragedi Kerja atau Kelalaian, K3 IKPP Perawang Tbk Dituding Abai Usai Sopir Tewas Tertimpa Kayu

Majalahglobal.com, Siak – Seorang sopir truk pengangkut kayu, Nanang Prayogi (30), tewas secara tragis setelah tertimpa kayu muatannya sendiri di area Log Yard Utara C.186, milik PT. Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Perawang Tbk, pada Senin (16/6/2025) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.

 

Korban merupakan sopir dari PT. BRL, mitra operasional PT. Arara Abadi, yang saat itu mengemudikan truk Mitsubishi Fuso BK 8368 EU bermuatan penuh kayu akasia dari arah Bukit Kapur, Dumai.

 

Peristiwa bermula ketika korban bersama rekannya, Gino, beriringan melakukan proses rutin pembukaan tali pengikat kayu (lashing) di lokasi penumpukan kayu, tepatnya di Desa Pinang Sebatang Timur, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak.

 

Saksi mata, Gino, mengaku curiga karena korban tak kunjung selesai membuka tali seperti biasa. Saat ia dekati, ia mendapati korban sudah dalam kondisi tergeletak di tanah, tertimpa kayu besar yang jatuh dari atas muatan.

 

“Saya curiga karena dia lama sekali membuka tali. Waktu saya dekati, ternyata dia sudah tergeletak di samping truk, wajahnya tertimpa kayu,” ujar Gino.

 

Korban sempat dibawa ke RSUD Type D Perawang, namun dinyatakan telah meninggal dunia. Hasil pemeriksaan menyebutkan korban mengalami luka serius: pipi kiri remuk, tulang hidung patah, bagian belakang kepala retak, wajah lebam, serta pendarahan dari telinga dan hidung.

 

Pihak keluarga korban menyatakan penolakan untuk dilakukan autopsi dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Jenazah rencananya akan dipulangkan ke kampung halamannya di Dusun V Batu X, Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

 

Peristiwa ini memunculkan sorotan tajam terhadap pelaksanaan standar keselamatan kerja (K3) di lingkungan perusahaan. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT IKPP Perawang maupun PT BRL mengenai insiden tersebut. (Ade Maulana)

Exit mobile version