Batang Hari, majalahglobal.com – Salah seorang oknum pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa peninjauan kecamatan Maro Sebo Ulu kabupaten Batang hari, inisial AM diduga menguras uang di rekening puluhan orang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) secara sepihak hingga Ratusan juta rupiah.
Kasus ini mencuat setelah Tim awak media mendapatkan informasi dari Warga setempat mengeluh ketika pencairan bantuan PKH di buku tabungan nya selalu kosong dan kartu ATM nya tidak pernah diberikan setelah bertahun-tahun. Senin (02/06/2025).
Menurut keterangan salah seorang peserta PKM Mahpuz mengatakan, prihal ini cukup lama berlangsung hingga bertahun-tahun ada yang mengalami 3 tahun berturut-turut saldonya kosong ada yang 2 tahun berturut-turut. dan mengaku tidak pernah memegang Kartu PKH miliknya
“Selama bertahun-tahun ke belakang, sejak tahun 2022 kami tidak pernah pegang kartu ATM PKH kami, entah kenapa Kemarin kartu ATM kami dibagikan ke masing-masing penerima, mungkin ada masalah makanya takut,” Sebutnya Mahpuz.
Kemudian pada tahun ini, Mahpuz diberikan kartu ATM miliknya oleh pendamping PKH tersebut, setelah beberapa minggu yang lalu bersama keluarga membawa buku tabungan dan ATM miliknya ke Bank BRI terdekat guna mengecek saldo dari rekening itu, dan diketahui bahwa oknum PKH itu diduga telah melakukan pencairan karena terlihat ada transaksi penarikan,
Mahpuz menyebutkan dari rekening koran terlihat bahwa telah terjadi penarikan pada tanggal 01/12/24 sejumlah Rp. 400,000 dengan sisa saldo kosong
“Setelah saya tahu ada penarikan uang di rekening itu, saya telpon pendamping dan menanyakan persoalan itu, dia menjawab saya tidak tahu, setelah beberapa hari kemudian pendamping tersebut datang ke rumah saya,mengakui kesalahannya dia khilaf.” Sebut Mahpuz
Terpisah salah seorang KPM yang juga mengalami Kartu ATM nya kosong yang diduga diselewengkan ole oknum pendamping PKH itu mengatakan, ia juga memberanikan diri untuk melakukan pengecekan rekening korannya di bang BRI, ternyata saldonya juga diduga sudah ditarik oleh oknum pendamping PKH yang tidak bertanggung jawab.
“Korban untuk saat ini hampir kurang lebih jumlah 20 orang penerima PKH dugaan kerugian KPM mencapai ratusan juta rupiah, dengan transaksi tercatat.” Sebutnya warga
Tambahnya,oknum tersebut diduga memanfaatkan posisinya untuk menilap uang bantuan sosial PKH yang semestinya diterima oleh masyarakat miskin.
“Kami memintak kepada Aparat Penegak Hukum (APH) segera periksa pendamping PKH di Desa Peninjauan kecamatan Maro Sebo Ulu,tersebut yang Jelas-jelas melanggar hukum.” Pungkasnya.
(Darmawan)










