mahkota555

Ketua BPD Songa Minta Maaf Dan Klarifikasi Soal Dugaan Kades Songa Menyahgunakan DD

Halsel – Ketua BPD Desa Songa Kecamatan Bacan Timur Tengah Kabupaten Halmahera Selatan. Provinsi Maluku Utara. Yohan Puka Puka menyampaikan permohonanan maaf sekaligus memberikan klarifikasi terkait dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD), dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang ditujukannya kepada Kepala Desa Songa Wilson Sibula belakangan ini ramai menjadi perbincangan masyarakat.

 

Menurut Yohan Puka Puka melalui pernyataan resminya yang di terima media ini, mengatakan terdapat beberapa perwakilan masyarakat Songa, Yohan Puka Puka membantah semua tuduhan yang menyebut bahwa pengelolaan DD dan pembagian BLT di desanya tidak transparan.

 

Ia menegaskan bahwa laporan-laporan yang beredar di kalangan masyarakat maupun media sosial tidak sepenuhnya sesuai fakta.

 

“Setelah saya telusuri dan lakukan pengecekan langsung, informasi yang menyebutkan adanya persoalan dalam pengelolaan dana desa dan BLT oleh pemerintah desa, khususnya Kepala Desa Wilson Sibula, adalah tidak benar.

 

Semua proses sudah berjalan sesuai aturan dan mekanisme yang ada,” tegas Yohan.

 

Yohan menambahkan, selama ini tidak pernah ada laporan resmi dari masyarakat yang disampaikan kepada BPD (Badan Permusyawaratan Desa) sebagai lembaga yang memiliki fungsi pengawasan di tingkat desa.

 

Hal ini menurutnya memperkuat bahwa isu-isu tersebut hanyalah bersumber dari desas-desus yang belum tentu memiliki kebenaran.

 

BPD adalah saluran resmi bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan atau pengaduan. Tapi kenyataannya, sampai hari ini, tidak ada satu pun laporan tertulis maupun lisan yang disampaikan masyarakat secara resmi ke BPD terkait dana desa maupun BLT,” ujar Yohan.

 

Lebih lanjut, Yohan Pukapuka menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Kepala Desa Wilson Sibula. Ia mengakui bahwa adanya isu-isu tersebut telah menimbulkan keresahan dan berdampak pada nama baik kepala desa dan pemerintah desa secara keseluruhan.

 

Saya secara pribadi, dan juga mewakili masyarakat yang mungkin keliru dalam memahami situasi, meminta maaf kepada Bapak Wilson Sibula. Tidak ada niat untuk merusak citra pemerintah desa. Semua ini adalah akibat dari kurangnya komunikasi yang baik antar pihak,” katanya.

 

Yohan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terbukti kebenarannya. Ia menekankan pentingnya verifikasi dan komunikasi langsung agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.

 

Kita harus bijak dalam menerima informasi. Jika ada yang dirasa kurang tepat, mari kita bicarakan langsung melalui forum resmi. Kita punya BPD, kita punya pemerintah desa yang terbuka. Jangan sampai hanya karena kabar yang tidak jelas, kerukunan di desa kita terganggu,” tambahnya.

 

Sebagai penutup, Yohan Pukapuka berharap agar suasana desa tetap kondusif dan masyarakat kembali fokus pada pembangunan desa serta kerja sama yang baik antara warga dan pemerintah desa. Ia juga menekankan bahwa setiap warga memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

 

(Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *