Majalahglobal.com, Mojokerto – Pemerintah Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, terus melakukan inovasi pengembangan Sidorejo Surya Park. Hasilnya, ruang terbuka hijau (RTH) ini, kini berhasil menjadi daya tarik wisatawan bagi masyarakat sekitar.
Kepala Desa Sidorejo Kukuh Santoso mengatakan, pengembangan RTH Sidorejo Surya Park yang dilakukan pemdes belakangan ini akhirnya membuahkan hasil. Berbagai promosi yang digeber membuat masyarakat mulai tertarik dengan wisata desa tersebut. ”Alhamdulillah sekarang mulai ramai dikunjungi masyarakat sebagai wisata keluarga,” ungkapnya, Senin (21/4/2025) melalui sambungan seluler.
Sesuai catatan setiap minggunya, kunjungan wisatawan juga mengalami peningkatkan. Jika sebelumnya ramai saat ada event atau pasar malam, kini setiap weekend sudah mulai diserbu masyarakat.
”Tiap minggu sekarang rata-rata ada sekitar 200 anak. Itu belum orang tuanya, jadi kalau dikalkulasi bisa tembus 1.000-an lebih setiap bulan. Paling banyak ya hari Minggu,” jelasnya.
Mulai meningkatnya kunjungan saat ini tak lepas dari pengembangan yang tengah dilakukan dengan menambah sejumlah sarpras untuk kenyamanan pengunjung sebagai magnet.
Selain kolam renang, sekarang terdapat rumah balon, playground, trampolin, sepur kelinci, mobil remote, hingga tempat acara resepsi atau reuni dan lain-lain. ”Jadi sangat cocok sebagai pilihan alternatif berwisata keluarga. Masuknya juga gratis, hanya ada retribusi parkir saja,” paparnya.
Pemdes optimistis dengan makin lengkapnya daya tarik di RTH ini mampu meningkatkan kunjungan bagi masyarakat. ’’Dengan harapan RTH Sidorejo Surya Park lebih menarik dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Utamanya di wilayah Kecamatan Jetis,’’ tandasnya.
Dengan tingginya minat masyarakat, lanjut Kukuh, perlahan akan menjadi pengungkit ekonomi masyarakat. Termasuk, menjadi salah satu sumber pendapatan asli desa. ’’Prinsipnya RTH ini dikonsep bisa sebagai pengungkit ekonomi. Sehingga kesejahteraan masyarakat turut terangkat,’’ tegasnya.
Desa Sidorejo yang berada di perbukitan kendeng tersebut memiliki banyak potensi dengan jumlah penduduk 4.400 jiwa. Utamanya komoditas pertanian. Seperti, cabai, tebu, jagung, kacang, dan lain sebagainya.
”Terbaru kami buatkan kolam untuk budi daya ikan nila,” ungkap Kepala Desa Sidorejo Kukuh Santoso.
Dibangun tahun 2024, ribuan bibit nila yang ditebar tak lain menjadi salah satu program ketahanan pangan desa. ”Harapannya, nanti bisa menyediakan lauk yang murah bagi masyarakat, sekaligus sebagai pilot project,” tegasnya.
Menurutnya, hasil budi daya ikan rencananya akan dijual kepada masyarakat melalui Bumdes dengan harga miring. Sehingga kondisi ini sedikit meringankan beban masyarakat. Khususnya bagi keluarga prasejahtera di desanya.
”Saat ini sudah berumur tiga bulan, kita targetkan umur delapan bulan bisa panen,” tuturnya.
Di samping menjadi ketahanan pangan desa, budi daya nila yang ditempatkan dalam satu kompleks RTH Sidorejo Surya Park tersebut juga menjadi magnet baru bagi masyarakat. Utamanya wisatawan anak-anak. Mereka bisa menikmati kolam ikan sesuka hati lantaran tidak dipungut biaya.
”Wisatawan hanya membeli pakan saja kalau mau memberi makan ikan nila. Itu kita sediakan. Setidaknya ini membantu anak-anak yang menjaga buat balik modal,” paparnya. (Jay/Adv)










