Halsel – Majalahglobal.com. Oknum dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Alkhairat (STAIA) Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Provinsi Maluku Utara. Muhammad Kasim Faisal diduga kuat menorehkan citra buruk perguruan tinggi terbaik di Halmahera Selatan, dimata publik.
Pasalnya, Muhammad Kasim Faisal di akrab Acim selaku dosen di kampus STAIA Labuha Halsel, mengatas nama akademisi memberikan statement dinilai tidak beretika dan moral seperti dosen lainnya.
Di mana pemberitaan di salah satu Media Onlaien, pada edisi 02 April 2025. Bukannya memberikan do’a kepada kepala desa Tabalema Kec. Mandioli Selatan, Abidin Taib yang menjadi korban musibah dalam insiden kecelakaan lalu lintas, hingga mengalami koma, dan saat ini korban telah di rujuk ke RSUD Chassan Bisory Kota Ternate, menggunakan KM Mekar Teratai.
Malah, Acim diduga kuat mengatas nama akademis lebih mengutamakan kepentingannya sehingga mendesak Bupati Halmahera Selatan, agar mencopot korban dari jabatan kepala desa Tabalema.
Hal ini, tak lama mendapat respon balik yang cukup menohok. Hampir semua orang, mulai dari praktisi pendidikan, dosen, hingga warganet yang hanya ingin tubir membalas dengan mengatakan apa yang dilakukan oknum dosen Acim sudah berlebihan, gila hormat, dan sudah abuse of power.
Para netizen juga meminta agar Acim segera mengundurkan diri dari dosen STAIA Labuha Halsel.
“Dia (Acim) itu dosen staia Labuha, desak dia (Acim) berenti sudah dari dosen jangan Kapala gaya (sombong). Kata Warga Net.
Warga Net juga menyebut bahwa Acim memiliki kepentingan sehingga maunya menyingkirkan korban dari jabatan kepala desa tabalema.
” Dia (Acim) punya kepentingan mau menyingkirkan korban dari posisinya agar bersangkutan di angkat sebagai Pjs Kepala Desa Tabalema,” Ungkap Warga Net.
Warga Net juga menyebut Acim meski seorang dosen, namun berprilaku buruk yang bertempat tinggal di hol-hol tanpa penghuni hanya berteman dengan binatang buas di hutan.
” Dia (Acim) seorang dosen tetapi berprilaku buruk bertempat tinggalnya hol-hol yang di temani binatang buas di hutan,” Ucap warga Net di beberapa grup WhatsAAP.
Bukan saja para warga Net, praktisi hukum Maluku Utara, Ishak Raja juga ikut menyeroti statement Acim dalam pemberitaan dinilai berlebihan dan tidak memiliki dasar.
“Jika kepala desa di minta ganti dari jabatannya karena baru saja seharian mengalami lakalantas apa hubungannya sehingga harus di copot,” Tanya Ishak.
Ishak kembali menegaskan bahwa kepala desa mengalami musibah akibat kecelakaan lalu lintas dalam pengaruh alkhol tidak ada berhubungannya dengan jabatan.
” Perlu saya tegaskan bahwa kepala desa yang mengalami lakalantas akibat pengaruh alkhol sama sekali tidak ada hubungan dengan jabatannya. Apabila ada oknum yang meminta atau mendesak korbannya harus di berhentikan atau di ganti maka itu bertentangan dengan peraturan perundang-undangan hukum yang berlaku,” Tegas Ishak.
Ishak juga menilai statement oknum dosen tersebut tidak memiliki dasar dan mengatas nama akademisi semestinya mengomentari dengan kata-kata yang ilmiah.
” Lagian ini musibah, yang mengomentari di berita sangat tidak memiliki dasar apa lagi mengatas nama akademisi maka harusnya memberikan bahasa ilmiah. bila perlu kita do’kan kesembuhan dan keselamatan korban karena semua korban pasti ada anak istri dan keluarga lainnya sedang bersedih,” Jelas Ishak.
Ishak juga mendesak direktur STAIA Labuha Halsel, dan pihak terkait lainnya memberikan teguran keras kepada Muhammad Kasim Faisal agar hal serupa tidak terulang kembali sehingga pelajaran bagi yang lainnya.
“Kita meminta rektur STAIA Labuha, dan petinggi terkait lainnya harus memeberikan teguran keras kepada bersangkutan agar seperti ini tidak terulang kembali sehingga pelajaran juga bagi yang lainnya. Pinta Ishak mengakhiri.
Diketahui, sebelumnya Muhammad Kasim Faisal mengajar di Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI). Sebelumnya ia di beritakan beberapa Media Onlaien atas dugaan kuat malas melaksanakan tugasnya belajar mengajar, hanya menerima gajinya tanpa di berikan sanksi.
Tak hanya itu, Muhammad Kasim Faisal juga di isukan atas dugaan turut serta menggelapkan dan menikmati anggaran kampus senilai ratusan juta rupiah, hingga kini kasus tersebut masih terus dilakukan investigasi lanjutan.
Hal ini, Muhammad Kasim Faisal enggan merespon saat di konfirmasi Wartawan via pesan chat WhatsAPP, pada tanggal 02 April 2025, hingga berita ini di turunkan belum ada tanggapan resmi dari bersangkutan.
(Jurnalis/Kandi)