Majalahglobal.com, Mojokerto – Akhir tahun 2024, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPR Perkim) Kota Mojokerto telah menyelesaikan 5 pekerjaan proyek strategis tahun 2024.
Saat ditemui majalahglobal.com pada Selasa (26/12/2024) di kantor DPRD Kota Mojokerto, Kepala DPUPR Perkim Kota Mojokerto, Muraji S.T. MS.i menjelaskan bahwa kini pihaknya diakhir tahun 2024 telah menyelesaikan 5 proyek strategis dengan tepat waktu.
“Ada lima proyek strategis yang pengerjaannya menjadi kewenangan DPUPR Perkim dan Alhamdullilah pengerjaannya tepat waktu,” ungkap Muraji.
Menurutnya, kelima proyek strategis tersebut antara lain yang pertama adalah Pembangunan Kantor Kecamatan Kranggan. Pagu anggaran sebesar Rp 6,48 miliar dengan nilai kontrak sebesar Rp 6,224.843.000. Pengerjaan proyek dimulai pada 29 April 2024.
“Rencana pembangunan Kantor Kecamatan Kranggan sudah ada sejak dilakukan pemekaran Kota Mojokerto menjadi tiga kecamatan pada beberapa tahun lalu. Karena berbagai hal, pembangunannya baru dilaksanakan tahun ini,” pesan Muraji.
Sedang yang kedua menurutnya adalah Proyek Peningkatan Jalan baru Soekarno. Pagu anggarannya sebesar Rp 6.060.391.000 dengan nilai kontrak sebesar Rp 5.187,152,075. Pengerjaan proyek dimulai pada 23 Juli 2024.
“Anggarannya bersumber dari DAK (Dana Alokasi Khusus). Proyek ini untuk mendukung Wisata Bahari Rejoto,” papar Muraji.
Ke tiga adalah Pembangunan Fasilitas Umum di Kolam Retensi. Pagu anggarannya sebesar Rp 4,7 miliar dengan nilai kontrak sebesar Rp 4,457 miliar lebih. Dan proyek dikerjakan mulai 29 Mei 2024.
“Dengan adanya fasilitas umum, diharapkan Kolam Retensi tidak hanya sekadar penampungan air, tapi bisa menjadi wisata,” terang Muraji.
Sedangkan ke empat adalah Rehab Kantor Kelurahan Sentanan. Pagu anggarannya sebesar Rp 2 miliar dengan nilai kontrak sebesar Rp 1.846.072.000. Dan proyek mulai dikerjakan pada 19 Juni 2024.
“Kantor Kelurahan Sentanan perlu dilakukan perluasan untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Tapi, perluasannya dilakukan ke atas karena lahannya sempit,” ujar Muraji.
Dan yang terakhir adalah Prasarana Gelora A Yani. Pagu anggarannya sebesar Rp 870 juta dengan nilai kontrak sebesar Rp 830 juta. Dan proyek mulai dikerjakan pada 19 Agustus 2024.
“Di Gelora A Yani perlu perbaikan dan penambahan prasarana guna menunjang keberadaan Gelora A Yani sebagai pusat olah raga masyarakat,” jelas Muraji. (Jay/Adv)










