Majalahglobal.com, Mojokerto – Kepala Desa (Kades) Dlanggu, Mukhamad Nurhuda berharap Candi Winong dan Makam Mbah Taslim terus menjadi wisata andalan di Desa Dlanggu, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.

Kades Dlanggu menjelaskan, Candi Winong terletak di Dusun Kademangan. Candi ini dulunya diduga difungsikan sebagai tempat beribadah umat Hindu.
“Struktur candi winong menyerupai sebuah bukit dengan susunan bebatuan andesit dan batu bata berukuran besar. Serta sebuah pohon winong besar di tenggahnya. Terdapat susunan batu andesit berbentuk anak tangga di sisi utara,” ungkap Kades Dlanggu di Kantor Desa Dlanggu, Jumat (11/10/2024).
Dijelaskannya, Candi Winong telah didaftarkan sebagai cagar budaya yang dilindungi Balai Pelestarian dan Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim.
“Namun, sejauh ini belum ada kabar terkait rencana ekskavasi maupun pemugarannya,” jelas Kades Dlanggu.
Ditambahkannya, Candi Winong sering difungsikan warga sebagai rangkaian acara adat. Seperti, khitanan, pernikahan, memperingati bulan Muharram atau Suroan dan ruwahan bahkan berdoa bersama saat malam kemerdekaan.
“Tak jarang candi ini dikunjungi pelajar hingga wisatawan dari beragam daerah. Seperti Gresik, Krian, Sidoarjo, Bali dan Kalimantan. Candi dibuka untuk umum setiap hari tanpa tarif sepeser pun,” ujar Kades Dlanggu.
Sementara terkait Makam Mbah Taslim, Makam Mbah Taslim berada di dalam pendapa yang dibangun pada tahun 2017. Dana pembangunan tersebut bersumber dari anggaran bantuan keuangan (BK) Desa sebesar Rp 500 juta. Makam Mbah Taslim berada di Dusun Sroyo.
“Dalam Bangunan pendapa tersebut, terdapat makam kerabat dekat dan beberapa murid dari Mbah Taslim. Kini bangunan makamnya bernuansa Majapahitan dengan ciri khas bangunan dari bata merah dan dikelilingi pagar. Mbah Taslim dulu itu orang yang mbabah Dusun Sroyo yang awalnya gelap, lalu dibersihkan,” ujar Kades Dlanggu.
Masih kata Kades Dlanggu, Peziarah yang datang ke Makam Mbah Taslim datang dari berbagai daerah. Misalnya, Mojokerto, Kediri, Pekalongan, Banyuwangi hingga Banten. Peziarah yang datang tanpa dipungut biaya, tak jarang peziarah datang di malam hari.
”Kalau malam Jumat Legi dan malam Jumat Wage peziarah yang datang lebih banyak dari biasanya. Banyak pejabat Mojokerto yang berziarah ke Makam Mbah Taslim pada dini hari,” terang Kades Dlanggu. (Jay/Adv)










