Majalahglobal.com, Mojokerto – Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R) Desa Kedungmaling terus berbenah. Hal itu dibuktikan dengan semakin baiknya pengelolaan sampah di Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojojokerto.

Kepala Desa Kedungmaling, Edy Prabowo menjelaskan, perkembangan TPS3R Desa Kedungmaling yang telah dibangun dan mangkrak beberapa waktu lalu karena dikelola kelompok pemanfaat yang tidak bisa melaksanakan.
“Gegara hal itu, kami mencoba menggantinya dengan kerjasama pihak ketiga dan sampai saat ini berjalan dengan baik. Alhamdulillah jadi masalah sampah warga terselesaikan. Harapannya nanti ada nilai tambah ketika Desa Kedungmaling bisa mengelola TPS3R dengan lebih baik lagi,” ungkap Edy di Kantor Kepala Desa Kedungmaling, Jumat (4/10/2024).

Ditambahkannya,jadi awalnya memang ada beberapa pihak swasta itu menawarkan kerjasama tapi mereka kecenderungannya adalah untuk mengambil alih.
“Dan disana bisa dikatakan kami hanya sebagai penonton ketika mereka mengambil alih operasional TPS3R Desa Kedungmaling. Hikmah dari penulisan media yang mengkritisi TPS3R Desa Kedungmaling adalah kami jadi termotivasi untuk bisa mengelola dengan baik,” ucap Edy.
Sudah setahun ini pihaknya bekerjasama dengan PT. PBS dengan bagi hasil 51% untuk Desa Kedungmaling dan 49% untuk PT. PBS.
“Jadi kami punya tanah dan bangunan TPS3R sedangkan PT. PBS punya management penagihan berbasit IT dan mempunyai mesin pembakar yang jika dirupiahkan kurang lebih Rp 300 juta,” jelas Edy.
Masih kata Edy, total ada 14 warga Desa Kedungmaling yang terlibat dalam pengelolaan TPS3R Desa Kedungmaling. Untuk biaya operasional TPS3R Desa Kedungmaling mencapai Rp 24 juta/bulannya.
“Untuk menutup biaya operasional tersebut, tentu didapatkan dari pemilahan dan penjualan sampah serta iuran warga Desa Kedungmaling yang menggunakan jasa TPS3R Desa Kedungmaling, Selain itu dapat pemasukan juga dari penjualan maggot dan lele yang juga dikelola di area TPS3R Desa Kedungmaling,” ujar Edy. (Jay/Adv)










