mahkota555

Seorang Pemuda Irfan Mahmud Menjadi Korban Akibat Pengroyokan Dan Penganiyayaan Rian Bersama Teman nya Polisi Di Minta Tindak Tegas Terhadap Pelaku nya

Hal-Sel, Majalahglobal.com – Di duga kuat telah melakukan Tindak Pidana Pengroyokan dan penganiyaan kepada seorang pemuda yang ber nama Irfan Mahmud menjadi korban akibat karena atas perbuatan RIAN besama teman teman nya di desa doko kecamatan kasiruta barat halmahera selatan tepat pada kamis malam pkul 2.00.wit/20/09/2024.

 

 

Dugaan tindak pidana pengroyokan dan penganiyayan yang di lakukan pelaku atas nama RIAN bersama teman teman lain nya terhadap korban itu sudah melebihi batas sehingga mengakibat Irfan Mahmud menjadi korban luka di waja nya alias mata..

 

Awal nya korban bersama adik sepupu nya duduk di depan rumah dan bermain gitar tiba tiba saja tanpa sepengetahuan koraban pelaku Rian bersama teman nya itu datang dan langsung mengambil tindakan memukul korban di wajah nya,,dan korbanpun terjatuh hingga di keroyok dan di aniyaya oleh Rian dan teman teman nya..

 

Saya deng Risman ada dudu di muka (depan) rumah tiba tiba saja Rian deng depe temang temang datang dan langsung pukul saya pe dalam muka dan saya jatong langsung saya dapa borong (keroyok)…Kata Korban saat di tanya wartawan..

 

Korban pun sempat tidak sadarkan diri karna korban di keroyok Rain bersama teman nya itu hingga sepupu korban Risman membangunkan dan melihat wajah korban ada luka di mata nya,,korban pun tidak tahu kalau ia telah terluka di wajah nya,,saat keluar darah dari mata korban,,korban pun sadar dan kaget kalau ia terluka di wajah nya alias mata..

 

Rian dia pukul pa saya pe dalam muka saya langsung jatong,, bagitu saya jatong langsung Rian deng depe tamang tamang borong (koroyok) pa saya,,saya tara tau kalu saya pe mata so kaluar dara karna saya tara sadar,,bagitu saya sadar turus darah kaluar dari mata baru saya kage bahwa saya pe mata luka..jelas nya

 

Berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP): Pasal 170 KUHP mengatur tentang tindak pidana pengeroyokan. Pengeroyokan adalah tindak pidana yang dilakukan oleh beberapa orang secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang,,,Sanksi pidana yang diatur dalam pasal ini adalah:

1) Penjara maksimal 5 tahun 6 bulan jika pelaku melakukan kekerasan secara terang-terangan dan dengan tenaga bersama.

2) Penjara maksimal 7 tahun jika pelaku dengan sengaja merusak barang atau mengakibatkan luka-luka..

3) Penjara maksimal 9 tahun jika kekerasan mengakibatkan luka berat..

 

Pasal 466 KUHP mengatur tentang tindak pidana penganiayaan.. Sanksi pidana yang diatur dalam pasal ini adalah:

1) Penjara maksimal 2 tahun 6 bulan atau pidana denda maksimal Rp50 juta.

2) Penjara maksimal 5 tahun jika perbuatan mengakibatkan luka berat..

 

Pelaku Utama yang di duga melakukam tindak pidana pengroyokan dan penganiyayaan itu bernama Rian laki laki asal dari desa fofau kecamatan kayoa barat hal sel,,kini telah mencari hidup nya di desa doko kecamatan kasiruta barat,,namun lagi lagi ia telah di duga melakukan tindak pidana pengroyokan dan penganiyayaan terhadap korban yang bernam Irfan..

 

Rian itu orang orang desa fofau kecamatan kayoa batat dia datang cuma mancari di doko,,sedangkan rian pe tamang tamang yang kurang lebih 10 orang tu saya juga tara kanal pa dorang..Unkap korban..

 

Awal nya korban pun tidak kenal sama pelaku tetapi setlah kejadian korban mencari tau nama pelaku tersebut melalui warga masyarakat doko,,warga pun memberi tau kepada korban bahwa pelaku utama berna Rian dia berasal dari desa fofau..

 

Sya juga tara kanal pelaku tapi orang doko yang kase tau bahwa yang pukul saya itu nama Rian orang fofau…Yang pukul pa ngna itu dia pe nama Rian dia orang fofau,,kata korba mengutip perkataan warga..

 

Keluarga korban pun telah melaporkan Pelaku kepada pihak yang berwajib dalam hal ini SPKT polres hal sel…Keluarga korban pun berharap agar pelaku di panggil dan menghadap di polres agar dia harus bertanggung jawab atas apa yang sudah dia lakukan terhadap korban..Ungkap Aco sebagai keluarga../22/09/24.

 

Jurnalis : Alimudin.Abd Fatah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *