Halsel – Majalahglobal.com. Kunjungan silaturahmi (KS) calonkan Gubernur Maluku Utara, dan Calon Wakil Gubernur Maluku Utara. Benny Laos-Sarbin Sehe di Desa Babang Kecamatan Bacan Timur Kabupaten Halmahera Selatan, mendapat sambutan hangat dari ratusan Masyarakat setempat meminta agar terpilih nanti memberikan pendidikan dan kesehatan gratis tampa punggutan.
Bersasarkan pantauan Wartawan, usai kedua pasangan Calon Gubernur Maluku Utara, Benny-Sarbin melakukan kunjungan silaturahmi dengan Masyarakat di Desa Bibinoi Kec. Bacan Timur Tengah dan Desa Wayaua Kec. Bacan Timur Selatan Halsel, pada hari senin (1709/2024).
Terlihat Kedua pasangan Benny-Sarbin bersama rombongan kembali memasuki kompleks Tabasole Desa Babang Kec. Bacan Timur Halsel, sekira pukul 21:30 Wit, malam.
Kedatangan keduanya di Desa Babang dalam rangka silaturahmi sekaligus basiloloa maju bertarung sebagai Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Maluku Utara, periode 2024-2029.
Dalam sambutan Wacagub Malut Sarbin Sehe langsung merespon terikana ratusan Masyarakat Babang meminta bila terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur Maluku Utara, agar mengratiskan pendidikan dan kesehatan gratis.
Ada sembilan poin program yang akan di utamakan jika saya bersama pak Benny Laos di percayakan Masyarakat dan terpilih sebagai Gubernur Maluku Utara nanti.
Berikut 9 programnya: Jalan Tani dan Alat Tangkap Nelayan. Dapur Sehat dan Rumah Layak Huni. Pendidikan Gratis Inovatif dan Beasiswa Sarjana. Kesehatan Gratis dan Kualitas Gizi. Rumah Ibadah dan Kesejahtraan Imam, Pendeta, ASN serta Buruh. Sofifi Halmahera Metropolitan dan Transformasi Birokrasi. Pemberdayaan Perempuan, Pemuda, Industri, Kreatif dan IMKM Berbasis Budaya. Pengendalian Harga Barito dan Sembako. Pembangunan Insfastruktur: jalan dan jembatan, dermaga, sekolah, rumah sakit, air bersih, sarana olahraga, kawasan wisata, listrik, dan signal. Ungkapnya
Lanjut Sarbin, “jika kami terpilih nanti insya Allah Kedepannya pendidikan dan kesehatan akan diberikan secara gratis tampa ada punggutan, apa lagi Masyarakat yang kurang mampu itu sangat di utamakan.”
Dia menjelaskan bahwa pelayanan seorang pemimpin harus benar-benar bersih dari korupsi sehingga kebutuhan Masyarakat dapat terpenuhi secara merata.
Pentingnya birokrasi itu di tata dengan baik dan birokrasi melayani harus bersih, hal itu tentuny saya dan pak Benny Laos komitmen mengelola tata kelola pemerintahan yang bersih untuk melayani, sehingga kita benar-benar mengabdi untuk Rakyat agar bisa mendapatkan sejahtra bahagia yang berkelanjutan dan berkeadilan. Cetusnya.
Sementara Cagub Malut Benny Laos menuturkan bahwa jika seorang kepala daerah tidak dibebankan dalam sebuah kegiatan partai dan keluhan Warga yang dapat menguras anggaran maka pembangunan dan kebutuhan Rakyat dapat terpenuhi.
Jika setiap kegiatan partai meminta bantu yang harus di tolong oleh kepala daerah, begitu pula ketika ibu-ibu datang mengeluh maka tidak lain uang di ambil dari kantong pribadi atau dibebankan kepada kepala dinas. Hal ini dapat mempengaruhi birokrasi yang bersih sebab sedikit demi sedikit uang yang di cabut dapat berpengaruh terhadap insfastruktur pembangunan terhambat, dan banyak kebutuhan Rakyat yang akan tidak terurus. Jelas Benny.
Mantan Bupati Morotai dua periode itu di kenali Masyarakat sebagai pemimpin yang peduli kemiskinan dan pengangguran terbukti membawa kesejahtraan Masyarakatnya di sana.
Nah kenapa di Morotai yang sangat kecil duitnya tapi semua kebutuhan Rakyat bisa gratis dari lahir sampai meninggal, dan pembangunan berjalan sesuai harapan karena tidak ada yang meminta-minta untuk menambah beban pemerintahan. Ungkapnya
Tujuan saya dengan wakil pak Sarbin hanya untuk menjadikan Maluku Utara kedepan lebih baik lagi, untuk itu mari kita bangkit sama-sama sesuai tema kami membangun keberagaman.
Apa lagi saat ini banyak yang memainkan isu agama tapi bagi saya tujuannya baik karena keberagaman adalah memberikan kebebasan untuk beribadah karena itu hak semua orang. Terangnya.
Tak sampai di situ, Benny Laos kembali merespon teriakan histeri seorang ibu rumah tanggah Ati Hasan (51) bersama keluarganya yang hidup di bawah garis kemiskinan, namun selama 26 tahun berteduh di sebuah rumah gubuk hamir roboh tampa ada kepedulian pemerintah daerah Kab. Halmahera Selatan.
Sudah cukup saya bersama keluarga memberikan hak suara pilih mereka, saat terpilih sebagai Bupati Halsel dan Gubernur Maluku Utara, tetapi selama 26 tahun ini saya tinggal di rumah gubuk berdinding papan hampir roboh tetapi tidak ada kepedulian dari pemerintah daerah Halmahera Selatan, maupun Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Ungkap Ati sambil kesal dan bercucuran air mata.
Ketika mendengar keluhan tersebut, Benny Laos langsung memerintahkan tim pemenangannya untuk segera rehap rumah milik Ati Hasan yang berlokasi di kompleks tabasoleh Desa Babang Halsel.
Saya minta tim segara cek rumah milik ibu Ati dan secepatnya di rehap kembali. Tegas Benny.
Usai dilaksanakan pertemuan para pendukung berselfi bersama dengan Bennya laos, dan selanjutnya rombongan menuju Desa Wayamiga Halsel. (Jurnalis/Kandi)










