Majalahglobal.com, Mojokerto – Gegara buang limbah belatung, Papa Kana atau CV. Subur Karunia Sejahtera bakal didemo warga Desa Kesimantengah pada hari Jumat 12 Juli 2024.
Kepala Desa Kesimantengah, Bangga Al Hakim menjelaskan, jika besok Kamis seluruh ayam Papa Kana masih ada, maka Hari Jumat siang warga bergerak melakukan demo ke Papa Kana.
“Puncak keresahan itu terjadi pada 27 Mei 2024 karena sungai Dusun Karangan itu teraliri lendir putih. Kemudian ada 20 ibu-ibu warga Desa Kesimantengah yang biasanya mencuci di sungai tersebut langsung melakukan protes ke Papa Kana,” jelas Bangga, Rabu (10/7/2024) di kediamannya.
Ditambahkannya, kemudian pada 29 Mei 2024 dimediasi di Kantor Desa Kesimantengah. DLH dan Satpol PP datang waktu itu.
“Jam 5 sore ada kesepakatan peternakan ayam dan telur Papa Kana bisa tetap dilanjutkan yang penting air dari dalam Papa Kana tidak ada yang keluar ke sungai,” ujar Bangga.
DLH sendiri juga memberikan petunjuk, limbah yang dibawah kandang atau air yang penuh belatung tidak boleh dibuat resapan. Tapi harus disedot pakai pihak ketiga seperti jasa sedot wc.
“Sesudah itu, Forkopimca Pacet, warga Kesimantengah dan Papa Kana tandatangan kesepakatan. Tapi sekitar jam setengah 8 malam, malah aliran air yang mengarah ke sawah teraliri air hitam yang penuh belatung. Hal itulah yang menjadi puncak kemarahan warga,” tandas Bangga.
Kemudian jam 10 malam, perwakilan management Papa Kana tandatangan yang menyatakan sanggup mengosongkan kandang maksimal tanggal 29 Juni 2024. Tapi sampai sekarang belum ada itikad baik untuk mengosongkan kandang.
“Kemudian Senin 8 Juli 2024 ada mediasi lagi tapi warga menolak. Hal itu dituangkan dalam berita acara Selasa 9 Juli 2024 yang isinya tidak menerima kompensasi maupun apapun, tetap ingin kandang Papa Kana dikosongkan,” tegas Bangga.
“Jadi jika besok Kamis 11 Juli 2024 tidak ada itikad pengosongan kandang, maka hari Jumat 12 Juli 2024 warga akan demo ke depan Papa Kana,” tambah Bangga.
Dikonfirmasi hal tersebut, Owner Papa Kana atau CV. Subur Karunia Sejahtera (SKS), Yansen mengatakan, itikad baik sudah ada. Pihaknya tidak ingin menganggu masyarakat.
“Limbah belatung kami sudah tidak ada. Sudah disedot DLH. Habis Rp 20 juta saya waktu itu. Bukti notanya ada. Bahkan rekomendasi DLH untuk menghilangkan kolam juga sudah saya penuhi dengan meratakan kolam tersebut dan sudah menutup saluran pembuangan limbah menuju sungai,” ungkap Yansen, Rabu (10/7/2024) di Kantor Papa Kana.
Ditegaskannya, pihaknya benar-benar meminta waktu 1 bulan untuk mengosongkan kandang karena memang gampang-gampang sulit menjual 8800 ayam indukan.
“Biar Pak Kades Kesimantengah percaya, jika saya tidak mengosongkan kandang dalam 1 bulan maka CV. Subur Karunia Sejahtera akan saya tutup sebagai jaminannya. Mohon jangan ada demo di Papa Kana,” ujar Yansen. (Jayak/Adv)










