mahkota555

Pasangan IDOLA Deklarasi di Warung Selo Adji Trowulan Mojokerto

Pasangan IDOLA Deklarasi di Warung Selo Adji Trowulan Mojokerto
Pasangan IDOLA (Ikfina - Gus Dulloh)
Majalahglobal.com, Mojokerto – Calon Bupati Mojokerto dr. Hj Ikfina Fahmawati, M.Si. dan Bakal Calon Wakil Bupati Mojokerto Sa’dulloh Syarofi S.E., M.M. (IDOLA) mengadakan deklarasi, di Warung Selo Adji, Watesumpak, Trowulan, Mojokerto, Rabu (5/6/2024).

Deklarasi dilaksanakan setelah pasangan IDOLA resmi mendapat surat keputusan (SK) rekomendasi dengan Nomor 29668/DPP/10/Vl/2024 tentang penetapan pasangan dr. Hj Ikfina Fahmawati, M.Si. dan Sa’dulloh Syarofi S.E., M.M. sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mojokerto periode 2025-2030 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang ditandatangani oleh Sekjen DPP PKB Muhammad Hasanuddin Wahid dan Ketua Umum DPP PKB. H.A Muhaimin Iskandar.

Ikfina menjelaskan, dirinya berangkat untuk mencalonkan diri sebagai calon bupati Mojokerto periode 2025-2030 atas dawuhnya Abah Jakfaril.

“Kalau beliau mboten dawuh beserta ibu untuk saya maju dan berangkat kembali di Pilkada Mojokerto tentunya saya tidak berani untuk mencalonkan diri kembali,” kata Ikfina.

Lanjut Ikfina, dirinya bisa menjadi Bupati Mojokerto karena peran Abahnya (Jakfaril). Dan apa yang telah beliau keluarkan untuk saya tidak pernah diminta kembali.

“Saya sudah berkomitmen bahwa semua yang saya lakukan untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Mojokerto dan saya mendedikasikan hidup saya, waktu saya, tubuh saya, dan pikiran saya untuk masyarakat Kabupaten Mojokerto,” pesan Ikfina.

Ia berterima kasih Gus Dulloh telah berkenan mendampinginya dan KH. Husein Ilyas telah mengizinkan Gus Dulloh mendampinginya.

“Saya tidak bisa bergerak sendiri dalam pengabdian saya kepada masyarakat Kabupaten Mojokerto,” jelas Ikfina.

Gus Dulloh menambahkan, dunia politik adalah hal yang baru baginya, bahkan sebelum ini ia berkeyakinan kalau politik itu bukan passionnya.

“Tapi saya matur suwun sanget kepada kegigihan Abah Jakfaril yang tak pernah lekang percaya kepada saya. Berkali-kali meminta kepada saya untuk maju menjadi salah satu pioner yang memperjuangkan kesejahteraan Kabupaten Mojokerto,” ujar Gus Dulloh.

Lanjut Gus Dulloh, sudah tiga kali ditolak KH. Husein tapi masih meminta untuk yang keempat kalinya.

“Maka saya hanya bisa mengucapkan banyak terima kasih, karena beliau memberikan ruang baru untuk saya belajar, ijinkan lah saya untuk belajar melihat Mojokerto dari sisi dari mana untuk maju dan lebih sejahtera,” pesan Gus Dulloh. (Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *