Halmahera Selatan, majalahglobal.com – Soal dugaan adanya jebakan oknum polisi terhadap satu nelayan Desa Babang, Kecamatan Bacan Timur, dibantah Nurdin selaku nelayan yang disinyalir jebak sejumlah anggota polisi.
Menurut UH tidak ada jebakan dari polisi terhadap dirinya terkait adanya penemuan narkoba. Kata UH, ini tidak ada kaitannya dengan polisi.
Pasalnya, UH mengaku bahwa barang bukti Sabu pada awalnya ia tidak mengetahui hal tersebut.
“Saya tidak tau karena saya hanya ditelpon oleh nomor baru dan saya tidak tau itu siapa namun dalam percakapan tersebut saya disuruh untuk ambil dua bungkus rokok warung kopi, dan satu bungkus kosong rokok sempurna kemudian saya lewat telpon itu juga saya disuruh buang didepan toko namun saya tidak tau isinya apa”.
Lanjut UH, “saya tau setelah tiga hari ditangkap oleh anggota polisi yang mengambil bungkusan rokok yang dibuang dan perlihatkan ke saya bahwa isinya adalah sabu-sabu (nakoba),”terangnya.
Kata UH, tidak ada penganiayaan dan tidak ada ancaman dari anggota polisi sebagaimana keterangan awal di pemberitaan sebelumnya.
“Soal polisi ancam dan bilang polisi lakukan penganiayaan itu tidak benar karena tidak tindakan kekerasan dari polisi. lanjut dia, “saya hanya diminta keterangan,” ujar UH.
“Mohon maaf nyong yang saya tau ini bukan lagi masalah karena sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Polisi kata Nurdin “sudah panggil saya dan periksa tapi tidak cukup bukti maka saya disuruh pulang ke rumah,” sambungnya.
UH, menambahkan bahwa ketika dimintai keterangan oleh bebrapa wartawan, ia dalam kondisi gila berat akibat mabuk minuman keras beralkhol sehingga keterangan yang diberikan sudah tidak sesuai dengan fakta lapangan.
” Saya dalam kondisi mabuk makanya saya bicara juga sudah tidak betul,” unkap Nurdin.
Sementara itu, Jandin mertua Nurdin juga menambahkan bahwa Nurdin tidak tahu soal pokok permasalahan tersebut.
“Waktu polisi panggil ke kantor saya juga ikut dan saat itu Nurdin hanya dimintai keterangan. Namun lanjut Jandin,” tidak cukup bukti kami disuru pulang dan sampai saat ini sudah tidak ada lagi masalah,” tandasnya.
(Tim/Red).
