mahkota555

Amal Cinta Al Aqsa Adakan Kajian Baitul Maqdis Bersama Syeikh Annas Jabeer di Mojokerto

Amal Cinta Al Aqsa Adakan Kajian Baitul Maqdis Bersama Syeikh Annas Jabeer di Mojokerto
Syeikh Ali Jabeer bersama Ustadz Cinta Restu Sugiharto
Majalahglobal.com, Mojokerto – Amal Cinta Al Aqsa (ACA) mengadakan kajian Baitul Maqdis bersama Syeikh Annas Jabeer di Masjid Babussalam, Sooko, Mojokerto.
Amal Cinta Al Aqsa Adakan Kajian Baitul Maqdis Bersama Syeikh Annas Jabeer di Mojokerto
Syeikh Annas Jabeer didampingi Ustadz Cinta Restu Sugiharto

Dai Nasional, Ustadz Cinta Restu Sugiharto mengatakan, Syeikh Annas Jabeer adalah adik dari Syeikh Ali Jabeer.

“Usia 13 tahun Syeikh Annas Jabeer sudah hafal 30 juz dan jadi imam di Madinah. Dia lahir dan besar di Madinah. Dia mengikuti jejak Syeikh Ali Jabeer untuk berdakwah di Indonesia. Bahkan Syeikh Annas Jabeer telah menikah dengan orang Lombok,” ungkap Ustadz Cinta Restu Sugiharto, Minggu (12/11/2023).

Amal Cinta Al Aqsa Adakan Kajian Baitul Maqdis Bersama Syeikh Annas Jabeer di Mojokerto
Syeikh Annas Jabeer

Syeikh Annas Jabeer menambahkan, Imam Syafi’i saat bulan Ramadan membaca quran 30 juz sebanyak 60 kali. Berarti dalam sehari membaca 30 juz sebanyak 2 kali.

“Ibadahnya Imam Syafi’i itu luar biasa. Tapi dia selalu bilang aku bukan orang saleh tapi aku mencintai orang saleh,” jelas Syeikh Annas Jabeer.

Amal Cinta Al Aqsa Adakan Kajian Baitul Maqdis Bersama Syeikh Annas Jabeer di Mojokerto
Syeikh Annas Jabeer saat berdakwah di Masjid Babussalam Sooko Mojokerto

Ia menerangkan, Allah melahirkan kalian di umatnya Nabi Muhammad SAW.

“Betul di zaman kita banyak masalah dan banyak musibah. Tapi ketahuilah, saat itu kita mendapatkan nikmat dari Allah dan ujian dari Allah,” terang Syeikh Annas Jabeer.

Masih kata dia, bahkan nikmat, anak, orang tua, istri, suami dan rezeki itu ujian. Allah ingin melihat bagaimana ibadah hambanya saat mendapatkan ujian.

“Amalannya berat dan ikhlas yang dilihat Allah. Ucapan Lailahaillallah itu lebih berat dari bumi dan langit selama ucapan itu keluar dari hati, ikhlas dan taqwa,” papar Syeikh Annas Jabeer.

Lebih lanjut dikatakannya, Nabi Muhammad SAW pernah salat sambil menangis hingga jenggot dan bajunya basah.

“Beliau menangis karena rindu sama Allah. Padahal Allah telah menjamin Nabi Muhammad SAW. Beliau terus ibadah karena Nabi Muhammad SAW ingin selalu menjadi hambanya yang bersyukur kepada Allah,” ucap Syeikh Annas Jabeer.

Dia menegaskan, ada hamba Allah yang beribadah selalu ingin mendapatkan sesuatu. Namun Nabi Muhammad SAW dan sahabatnya tidak berharap apa-apa.

“Dalam beribadah, mereka hanya ingin menjadi hambanya yang bersyukur kepada Allah. Banyak dari manusia itu tidak bersyukur kepada Allah SWT. Hanya sedikit saja hamba Allah yang bersyukur. Mudah-mudahan kita termasuk yang sedikit ini,” harap Syeikh Annas Jabeer.

Lebih jauh dikatakannya, ada sebagian besar hamba Allah yang beribadah dan berdoa pada Allah untuk mendapatkan sesuatu.

“Ketika Allah mengabulkannya, dia berhenti beribadah dan berdoa. Dia hanya ingin menikmati sesuatu tersebut. Begitu pula sebaliknya, saat Allah tidak mengabulkan sesuatu tersebut, hamba tersebut berhenti beribadah dan berdoa,” pesan Syeikh Annas Jabeer.

Ia menjelaskan, saudara yang ada di Palestina sudah selama 35 hari berjuang dan beribadah. Namun, hingga saat ini belum merdeka. Bahkan sudah ada 11.000 orang yang meninggal.

“Dimana 60 persennya yang meninggal adalah anak dan perempuan. Apakah mereka berhenti jihad? Tidak kan. Dia hanya ucapkan Alhamdulillah terima kasih ya Allah. Aku sabar, aku menerima. Allah memilih anak dan istri saya meninggal syahid. Itulah hamba Allah yang beribadah hanya berharap ridho Allah,” tandas Syeikh Annas Jabeer.

Ia berharap semoga dalam waktu dekat Palestina bisa merdeka. Itu adalah kemenangan pertama.

“Namun kemenangan yang utama adalah masuk surga tanpa hisab jika meninggal syahid. Berjihad di jalan Allah,” tegas Syeikh Annas Jabeer.

Ia berpesan, Umar Bin Khattab adalah pemimpin umat Islam. Dia mempunyai prinsip dia tidak akan makan jika ada umatnya yang kelaparan. Jadi luar biasa kepeduliannya bahkan hingga dia sangat kurus waktu itu.

“Kita belum bisa seperti itu. Minimal kita punya rasa peduli kepada Palestina. Kita bangun di sepertiga malam, salat tahajud dan berdoa semoga Palestina segera merdeka. Selain itu donasikan harta kita yang terbaik kepada masyarakat Palestina,” tutup Syeikh Annas Jabeer. (Jay/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *