Majalahglobal.com, Halsel – Tertangkap kamera video petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik PT. Babang Raya yang terletak di Desa Babang Kecamatan Bacan Timur Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara. Mereka diduga kuat terlibat mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) bersibsidi secara bersamaan.
Tertangkap kamera video milik Awak Media Majalah Global. Com Maluku Utara atas Keterlibatan petugas SPBU di Desa babang milik PT. Babang Raya. Meewka diduga kuat pelaku secara bersamaan dengan para oknum pengusaha BBM ilegal melakukan mafia BBM bersubsidi jenis pertalite.

Diketahui, sebelumnya informasi tersebut diperoleh media ini dari Warga Masyarakat setempat yang enggan menyebut namanya membenarkan bahwa, petugas SPBU dan para pelaku lainnya menyedot pertalite dari SPBU Desa Babang menggunakan mobil dengan nomor polisi: DG 1214 K dan kedua kendaraan motor roda dua tanpa nomor polisi.

Kemudian lanjut Warga, usai pertalite disedot terdapat 6 jirigen telah disimpan entah kemana dan sisanya yang masih disaring ke jirigen yang berada di lokasi depan SPBU desa Babang tepatnya di samping jalan raya Babang-Labuha.

Dari informasi Warga, Awak Media melakukan penelusuran dan ditemukan salah satu petugas SPBU Desa Babang berinisial U disingkat namanya berada di TKP sambil memantau para pelaku pengusaha BBM ilegal lainnya.
Terlihat pelaku sedang asyik melakukan penyaringan minyak jenis pertalite dari mobil yang telah dirakit tangkinya serta kedua kendaraan roda dua kedalam jirigen yang telah disediakan terdapat 7 jirigen berisi BBM jenis pertalite, pada Senin (2/10/2023 sekitar pukul 15:20 WIT.
Lebih lanjut, pelaku U ketika ditanya mengaku BBM yang disedot dari SPBU berjenis pertalite.
“Iya itu pertalite,” singkat U sambil terus berjalan tanpa merespon pertanyaan lainnya.
Sementara, pengawas SPBU Desa Babang, Yusak atau yang akrab disapa Uca dihadapan Awak Media dan para pelaku. Uca mengaku dirinya telah memberikan teguran berulang-ulang kali kepada pelaku agar tidak melakukan penyaringan BBM jenis pertalite secara ilegal yang berdekatan dengan jalan raya.
Hal ini saya sudah kasih teguran ulang-ulang kali tapi ngoni (kalian para pelaku) masih saja tetap melawan untuk terus menyaring minyak di depan jalan raya secara umum. Padahal di tempat itu siapa saja yang lewat pasti saja melihat,” ucap Uca sambil kesal kepada para pelaku. (Tim/Red)










