Diduga Makan Gaji Buta,Oknum Guru DTA Di Maro Sebo Ulu Lalaikan Tugas

Diduga Makan Gaji Buta,Oknum Guru DTA Di Maro Sebo Ulu Lalaikan Tugas
Diduga Makan Gaji Buta,Oknum Guru DTA Di Maro Sebo Ulu Lalaikan Tugas

Batang hari-Majalahglobal.com – Luar biasa tabiat oknum profesi guru Madrasa Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) sering  melalaikan tugas dan tanggung jawabnya. Mereka seenaknya meninggalkan tugas. Menciptakan kebodohan siswanya, menikmati gaji buta, tidak malu pada diri sendiri, orangtua siswa, dan pemerintah.

Diduga Makan Gaji Buta,Oknum Guru DTA Di Maro Sebo Ulu Lalaikan Tugas
Diduga Makan Gaji Buta,Oknum Guru DTA Di Maro Sebo Ulu Lalaikan Tugas

Saat awak media ini memantau sebuah Gedung Madrasa iniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Nurul Ikhlas yang ber alamat Desa Mekar Sari Kecamatan Maro Sebo ulu, Kabupaten Batang hari, karena saat itu pukul 15.30 wib Sempat juga bertemu dengan wali murid yang menunggu di dekat gedung DTA Nurul Ikhlas yang ingin menjemput anaknya yang akan pulang habis jam belajar di DTA Nurul Ikhlas tersebut,Rabu (20/09/2023).

Saat itu juga awak media ini menayakan kepada wali murid yang duduk – duduk menunggu jam pulang anaknya, maka awak media menanyakan kepada salah seorang yang tidak mau disebut namanya dalam berita ini, berapa orang guru yang mengajar?,maka dengan nada kesal menyampaikan ” iya pak, guru yang mengajar saat ini hanya ada 2 (dua)orang yang lain tidak mengajar Pak, sedangkan gurunya berumlah 7 orang, ada juga salah satu guru yang masuk dalam satu bulan 1 satu kali.makanya anak didik tersebut kucar kacir ibarat ayam kehilangan induknya. ” Ungkap dengan bahasa daerahnya.”

Baca Juga :  Keakraban Personil Polsek Dlanggu Bersama Masyarakat Dalam Giat Jumat Curhat

“Tidak ada alasan guru malas mengajar karena dia digaji oleh pemerintah, Risiko pilihan, jangan menjadi guru kalau mengharapkan gaji besar, sebab pengabdian seorang guru jauh lebih mulia daripada harta,” katanya.

Bayangkan, katanya, guru yang pintar bisa menransfer ilmunya kepada murid hingga menjadi manusia cerdas, memahami apa yang disampaikannya. Apalagi mereka yang tinggal di desa. Profesi itu mulia karena guru mendidik anak-anak untuk menjadi pintar, dari tidak mengerti menjadi mengerti. Guru bertanggung jawab hadir di MDTA dan mengajar. “Saya banyak mendapatkan keluhan dari orangtua di desa bahwa ada oknum guru yang Diduga makan gaji Buta,dan melalaikan tugas profesinya,” Ungkapnya.”

Displin kehadiran adalah kesanggupan guru yang bersangkutan dilingkungan Madrasa untuk mentaati kewajiban hadir untuk melaksanakan tugas dan sesuai dengan jam kerja, sesuai dengan PP nomor 53 tahun 2010 jadi kami harapkan guru dapat mentaati peraturan salah satunya adalah perDirjen nomor 1 tahun 2013 tentang disiplin kehadiran Guru dilingkungan Madrasa yang memang dikhususkan kepada para guru di Madrasa.

Baca Juga :  Pra TMMD Reguler Ke - 121 Kodim 0815/Mojokerto, Bangunan Sekolah Mulai Dibongkar

Dengan melalui berita ini harapan wali murid mengharap kepada pemerintah setempat Kades,BPD, terutama kepala MDTA dan unsur pemerintah lainnya agar dapat memantau guru – guru yang mengajar di MDTA dan juga membuat papan merk MDTA tersebut.

(Darmawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *