mahkota555

Sapu Ijuk Jadi Ikon Desa Ngingasrembyong

Sapu Ijuk Jadi Ikon Desa Ngingasrembyong
Pelatihan Sapu Ijuk di Desa Ngingasrembyong
Majalahglobal.com, Mojokerto – Sapu Ijuk Jadi Ikon Desa Ngingasrembyong. Pemerintah Desa Ngingasrembyong berusaha memberikan lapangan pekerjaan bagi lansia Desa Ngingasrembyong.
Sapu Ijuk Jadi Ikon Desa Ngingasrembyong
Peserta Pelatihan Sapu Ijuk mendengarkan dengan seksama
Hal itu terbukti dengan adanya pelatihan pembuatan sapu ijuk kepada 70 lansia pada tahun 2022 dan rencana pemberian modal pembuatan sapu ijuk pada bulan Oktober 2023.
Sapu Ijuk Jadi Ikon Desa Ngingasrembyong
Narasumber saat memberikan arahan
Kepala Desa Ngingasrembyong, Kusdianto menerangkan, total ada 70 lansia yang semangat dan terus berkarya membuat sapu ijuk.
“Harapannya, sapu ijuk bisa menjadi ujung tombak perekonomian Desa Ngingasrembyong. Jadi kedepannya, pekerjanya bukan hanya lansia namun yang usia muda juga bisa berkarya membuat sapu ijuk. Baik itu laki-laki maupun perempuan,” harap Kusdianto, Senin (4/9/2023) di Balai Desa Ngingasrembyong, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.
Sapu Ijuk Jadi Ikon Desa Ngingasrembyong
Praktek Pembuatan Sapu Ijuk
Ia menjelaskan, terkait bahan sapu ijuk, dirinya sudah mendapatkan rekanan dari Banyuwangi.
“Semoga kami bisa selalu mendatangkan bahan sapu ijuk skala besar agar tidak rugi di ongkos kirim. Tentu hal itu butuh ketelatenan Pemerintah Desa Ngingasrembyong dalam mengawal produksi sapu ijuk agar bisa terus berkembang. Untuk pemasaran sapu ijuk cukup terbuka lebar karena peluang masih banyak,” ujar Kusdianto.
Kusdianto menambahkan, insha Allah setelah pencairan Dana Desa Tahap 3, Pemerintah Desa Ngingasrembyong bakal memberikan modal pembuatan sapu ijuk. Perkiraan modal tersebut bakal diberikan pada bulan Oktober 2023.
“Saat ini, pekerja pembuatan sapu ijuk masih tahap pemula. Tapi kalau sudah tukang dalam satu hari bisa membuat 100 sapu ijuk/orang. Setiap sapu ijuk yang terjual, pekerja mendapatkan upah Rp 1000 dan yang Rp 1000 lagi masuk kas lansia karena kebetulan lansia desa kami langganan diikutkan lomba, baik tingkat provinsi maupun nasional,” jelas Kusdianto.
Lebih lanjut dikatakannya,
Tak sekadar itu, tiap tahunnya akan digelar karnaval. Sehingga sapu ijuk yang menjadi hasil kerajinan para lansia ke depan bisa menjadi ikon desa, bahkan Kabupaten Mojokerto.
’’Di sisi lain, kami juga masih terus fokus pengembangan wisata kolam pancing dan kuliner berbasis ikan. Pengembangan itu menjadi bagian Pemerintah Desa Ngingasrembyong untuk mengangkat perekonomian masyarakat setempat,” pesan Kusdianto.
“Apalagi belakangan ini budi daya ikan air tawar sudah berhasil dan dirasakan masyarakat. Prinsipnya ini bagian dari ambil peran pemerintah desa terhadap program ketahanan pangan yang juga menjadi fokus pemerintah pusat dan daerah,’’ tambah Kusdianto. (Jay/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *