Halmahera Selatan, majalah global.com – Media ini mendapatkan kiriman Whatsapp dari no yang tidak di kenal sekitar pukul 01.12 wit, tentang kejadian yang menimpa bakri alias iki yang di hajar oleh kepala desa bibinoi dan kaur nya pada jumat malam jam 21. 30 wit, Sabtu (29/07/2023).
Keterangan yang di sampaikan lewat kiriman whasApp singkat oleh no yang tidak kenal menyampaikan bahwa, bakri alias iki di duga mabuk alias mengkonsumsi minuman keras (miras), di jalan pemuda tersebut berpapasan dengan Kepala Desa depan rumahnya, sontak Kepala Desa ( Kades ) langsung memukul pemuda tersebut ( Bakri alias iki ), dan kebetulan ada beberapa kaur ada situ juga turut membantu kades memukul bakri hingga babak belur.
Untuk itu pihak korban tidak terima dengan apa yang korban alami ( babak belur ) mereka akan menempuh jalur hukum.
Sementara Kepala Desa Bibinoi dihubungi lewat whatsapp pribadi nya pada pukul 01.58 Wit mengatakan bahwa, ada beberapa pemuda termasuk korban mereka duduk di dekat rumah saya sambil ngobrol serta mengkonsumsi minuman keras (miras) dekat rumah dan menyebut nama saya, lalu saya keluar dan tanya “Ngoni punya maksud apa sebut – sebut nama saya,” ucap Kades.
“Kades juga menyampaikan bahwa, Bakri bersama teman – temannya duduk mabuk sambil menyebut nama saya, lalu saya keluar dan tanya kepada mereka, “Kalian punya maksud apa sebut- sebut nama saya dan sekejap saya mencium bau minuman beralkohol dan bertanya kepada mereka oh jadi kalian minum, dan mereka menjawab kami tidak minum,” tegas Kades.
Lanjut kades, saya menegur mereka tapi yang korban ini mungkin marah lalu berdiri untuk memukul saya, untuk membela diri saya terpaksa memukulnya satu kali dan menyuruh mereka pulang, teman – temannya pulang, tapi korban balik untuk menyerang dan kebetulan beberapa kaur ada di rumah dorang menuju kami berdua untuk melarai tapi karena korban ini sudah di pengaruhi minuman keras, dia lawan makanya mereka langsung tindak dengan memukul dan bukan kaur saja memukul masyarakat juga turut memukul sebab korban ini sudah berulang kali mabuk, selalu biking ulah,” tegasnya.
“Dan apa yang kami lakukan ini karena kami aparat desa, jadi kami bertindak bukan sebagai lawan melainkan memberikan dia pelajaran agar tidak mengulangi perbuatan nya, dan saya pertegas lagi yang memukul bukan kami aparat desa saja tapi masyarakat yang kebutulan ada di sekitar tempat kejadian ikut juga memukul karena korban ini sudah berulang kali mabuk selalu mencari masalah ucap,” Kades bibinoi.
Insah allah kami dari aparat desa dan pihak keamanan akan menyelesaikan,” tutup Kades. (Sulfianto)
