Majalahglobal.com, Halsel – Karyawan Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) mengaku tarif air murah bisa diganti dengan harga mahal per bulan yang dibayar masyarakat selama ini tergantung pekerja pengecek meteran.
Tarif air bersih yang dibayar pihak pelanggan disetiap loket atau pembayarannya melalui Kantor PDAM Halmahera Selatan dengan biaya yang bervariasi tergantung kepada Karyawan pelaksana pengecekan meteran Air di lapangan.

Hal ini diungkap oleh Saudara Acil yang akrab disapa Karibo Pada hari jumat tanggal 19 Mei 2023 sekitar pukul 19.00 WIT.
Diketahui, Acil sebagi salah satu Karyawan PDAM Halsel yang masih aktif hingga kini. ia ditugaskan sebagai tenaga pengecekan meteran air bersih di Desa Babang Kecamatan Bacan Timur.

Acil membenarkan bahwa dirinya telah merubah harga tarif Air bersih Rp 20.000/bulan yang dibayar pelanggan atas nama Mardia Jailani alamat Desa Babang merupakan seorang ibu tanpa suami itu dengan harga bayar lebih mahal sebesar Rp.100.000/bulan.
“Untuk harga pembayaran air minum milik ibu Mardia Rp 20 ribu/bulan terlalu murah sekali sehingga dua bulan lalu sudah saya ganti dan perbaiki meterannya. Jadi harga pembayaran dinaikan menjadi Rp.100.000 per satu bulan sudah normal,” kata Acil.

Namun anehnya, saat ditanya terkait harga pembayaran Air bersih dapat ditentukan oleh tenaga pengecekan meter. Maka apakah selama ini semua pelanggan mengalami hal yang sama seperti dialami Korban Ibu Mardia.
Sebelum dijawab oleh Acil, dalam kesempatan itu dibantah oleh seorang wanita yang diduga istrinya sendiri untuk memutar balik kata agar tidak disalahkan oleh Direktur PDAM Halsel.
Dengan begitu, ayah kandung Acil turut mencaci maki dan mengusir awak media dihadapan umum yang disaksikan satu orang Anggota Polisi yang bertugas di Polsek Bacan Timur yang akrab disapa Pak Rais.
Padahal, sebelumnya Awak Media telah memberikan salam serta memperkenalkan identitas terlebih dulu dan dipanggil masuk secara baik-baik.
Namun ayah kandung Acil tak terima anaknya dikonfirmasi untuk mengungkapkan kejahatan yang dilakukannya untuk meraih keuntungan memperkaya diri sendiri atau orang lain. (Asri)










