Sidoarjo, majalah global.com – Covid -19 diketahui berkontribusi sebagai faktor dalam meningkatnya stress dan kecemasan bagi masyarakat, termasuk para remaja putri.
Pandemi ini juga menghambat akses terhadap informasi kesehatan reproduksi, salah satunya Manajemen Kesehatan dan Kebersihan Menstruasi (MKM) bagi remaja putri.

Plato berkolaborasi dengan Fatayat NU Sedati Sidoarjo menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Pencegahan Stunting dan Kesehatan Reproduksi Di SMK Penerbangan Dharma Wirawan Sidoarjo, tepatnya di Aula Sekolah SMK Penerbangan Dharma Wirawan Sidoarjo, Senin (20/03/2023).
Dihadiri oleh Perwakilan Puskesmas Sedati, dr. Rina Eka Hidayahti, Plt Kepala Sekolah SMK Penerbangan Dharma Wirawan Sidoarjo, Siman Hadi, S.Pd., MM., Ketua Fatayat NU Sedati, Umrotul Chumaidah, S.Pd., Koordinator Program RCCE, Yuniar Sulistyo Putri, S.KM., dan 257 peserta kelas X.
Plt. Kepala Sekolah SMK Penerbangan Dharma Wirawan Sidoarjo Siman Hadi, S.Pd., MM., menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Plato dan Fatayat NU Sedati, dalam menyampaikan apresiasi mengenai terselenggaranya kegiatan sosialisasi Pencegahan Stunting dan Kesehatan Reproduksi pada remaja, sebagai bekal untuk kesiapan menjadi calon orang tua dimasa depan,” paparnya.
“Semoga peserta bisa menerima ilmu yang disampaikan oleh Nara sumber,” imbuh Kepala Sekolah SMK Penerbangan Dharma Wirawan Sidoarjo Siman Hadi, S.Pd., MM.
“Terkait stunting adalah masalah kita bersama dan saat ini Pemerintah juga berfokus pada pencegahan stunting dan upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, fisik yang siap dalam belajar serta mampu berinovasi dan berkompetisi ditingkat global, ” terang perwakilan dari Kecamatan Sedati Achmad Choirul.

Banyak miskonsepsi dengan beredarnya mitos mengenai menstruasi ditengah masyarakat. Jejak pendapat UNICEF menemukan 1 dari 5 perempuan muda melaporkan pembatasan mobilitas serta harga sebagai hambatan untuk mengakses sebagai pembalut, dengan 1 dari 10 remaja putri menunjukkan meningkatkan rasa malu dalam mengelolah menstruasi.
Rendahnya MKM pada remaja putri dapat mengancam terjadinya masalah kesehatan reproduksi yang lebih luas, rentan mengalami infeksi saluran reproduksi termasuk peningkatan risiko kanker servik.
Koordinator Program RCCE, Yuniar Sulistyo Putri, S.KM., memberikan materi terkait Kesehatan Reproduksi yang dikemas dalam Remaja Berseri,” Bersih, Sehat, dan Percaya Diri”, memaparkan bahwa pentingnya Kespro pada remaja, pubertas, dan tips merawat kebersihan organ reproduksi, dan juga mengenalkan Aplikasi Oky, untuk menyebarluaskan informasi dan peningkatan kesadaran diri terkait kesehatan reproduksi, MKM,dan aplikasi Oky,” ungkapnya.

“Oky dapat menjadi jurnal untuk mempermudah, memantau, dan memperkirakan siklus yang akan datang, serta catatan menstruasi, dan juga ensiklopedia yang berfungsi meluruskan berbagai mitos,” tutupnya. (Ldy)










