Majalahglobal.com, Mojokerto – Bappeda Litbang Kota Mojokerto mengadakan forum konsultasi publik rancangan awal rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) Kota Mojokerto tahun 2024.

Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo mengungkapkan, dasar hukum penyelenggaraan kegiatan ini dilaksanakan didasarkan pada undang-undang nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional.
“Forum ini diikuti kurang lebih 75 orang yang terdiri dari staf ahli asisten, kepala perangkat daerah di lingkungan pemerintah kota Mojokerto termasuk Camat juga pemimpin beberapa perusahaan, akademisi organisasi profesi, organisasi wanita, organisasi masyarakat serta pelaku UMKM,” ungkap Gaguk di Sabha Mandala Madya Pemerintah Kota Mojokerto, Rabu (1/3/2023).
Sementara itu, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari berharap, semoga silaturahmi ini bisa berkontribusi dalam rangka membangun Kota Mojokerto yang memiliki daya saing, kemandirian dan kesejahteraan.
“Kegiatan ini kita laksanakan dalam rangka memenuhi amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 tahun 2017 tentang tata cara perencanaan pengendalian dan evaluasi Pembangunan Daerah. Rancangan awal RKPD dibahas bersama dengan kepala perangkat daerah,” ungkap Wali Kota Mojokerto.
Lebih lanjut dikatakannya, forum ini diharapkan menjadi media diskusi antara Pemerintah Kota Mojokerto sebagai penyelenggara atau fasilitator. Diakhir acara ini, nanti ada kesepakatan atau komitmen seluruh peserta yang hadir mewakili masing-masing instansinya untuk menjadi usulan dalam merencanakan pembangunan dan membahas tentang isu-isu strategis.
“Nanti kita rumuskan bersama-sama dengan unsur akademisi. Kemudian kita buatkan program-programnya untuk mencari solusi terbaik atau isu isu strategis yang menjadi usulan kita semua di forum diskusi pada hari ini,” terang Wali Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita.
Ning Ita menyebutkan, rencana pembangunan jangka panjang daerah itu umurnya 20 tahun. Yaitu sejak 2005 sampai 2025. Dimana visi rencana jangka panjang tersebut disebutkan terwujudnya Kota Mojokerto yang maju, mandiri sejahtera, bersih dan asri.
“Saya sebagai kepala daerah yang mendapat amanah dari masyarakat sejak tahun 2018 sudah menyusun rencana pembangunan jangka menengah yang umurnya 5 tahun. Berarti berada di dalam bagian dari rencana pembangunan jangka panjang tadi yang umurnya 20 tahun,” jelas Ning Ita.
Masih kata Ning Ita, ada 9 indikator yang digunakan untuk menilai kinerja Wali Kota bersama seluruh jajaran yang ada di Pemkot Mojokerto. 9 indikator ini adalah raport atas kinerja Pemkot Mojokerto selama 4 tahun.
“Alhamdulillah dari 9 indikator kinerja itu, 8 diantaranya sudah tercapai dengan baik prestasinya atau raportnya. Bahkan 5 di antara indikator kinerja tersebut sudah melompati sampai tahun kelima nanti. Padahal kita sekarang sedang berproses menjalani tahun kelima yang akan berakhir pada Desember 2023 nanti,” tutur Ning Ita.
Ning Ita menjelaskan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Mojokerto sampai dengan tahun 2022 sudah tercapai 79,302. Ini juga sudah melompat dari target sampai akhir tahun RPJMD.
“Kemudian yang kedua adalah indeks reformasi birokrasi yang merupakan satu-satunya indikator yang belum mencapai nilai A. Selama 7 tahun ini, indeks reformasi birokrasi masih tetap berada di nilai B sedangkan 8 indikator lainnya sudah tercapai semua, bahkan yang 5 indikator sudah melompat tinggi,” ujar Ning Ita.
Lebih jauh dikatakannya, indeks reformasi birokrasi itu terkait komitmen internal di jajaran Pemkot Mojokerto. Kemudian yang ketiga, pertumbuhan ekonomi yang terakhir 2022 sudah ada rilis resmi dari BPS tercapai 5,5%.
“Kemudian yang keempat, indeks kesalehan sosial. Indeks kesalehan sosial ini yang tengah-tengah paling atas ini juga sudah tercapai di tahun 2022. Kemudian yang kelima, persentase penduduk miskin atau angka kemiskinan juga mengalami penurunan yang semula sempat naik di tahun 2020-2021 pada saat pandemi. Alhamdulillah di tahun 2022 hasil rilis BPS sudah mengalami penurunan,” tegas Ning Ita.
Lebih lanjut Ning Ita mengatakan, kemudian yang keenam, indeks pembangunan gender juga mengalami peningkatan. Ini artinya ketika ada peningkatan di dalam indeks pembangunan gender maka menunjukkan bahwa selama ini dalam penganggaran pemerintah Kota Mojokerto sudah mengakomodasi atau sudah memenuhi perspektif gender.
“Jadi ada kesetaraan tidak hanya antara laki-laki dan perempuan tapi termasuk didalamnya minoritas seperti disabilitas. Bahkan kita ini mengakomodasi adanya satu kegiatan olahraga yang khusus bagi kaum disabilitas yang bernama paralimpik. Kita malah menjadi pionir terkait hal tersebut, jadi Pemprov Jatim saja belum pernah mengadakan kegiatan olahraga khusus kaum disabilitas, Pemkot Mojokerto malah sudah,” ungkap Ning Ita.
Lebih jauh dikatakannya, selanjutnya adalah kapasitas fiskal daerah. Kapasitas fiskal daerah ini juga menunjukkan peningkatan dikarenakan pihaknya berupaya bagaimana pendapatan asli daerah mengalami peningkatan meskipun kondisinya pandemi.
“Kondisinya pandemi itu kita memberikan semacam dispensasi, diskon bahkan ada pembebasan dalam retribusi-retribusi tertentu dan pajak daerah tertentu dalam rangka simulasi memberikan stimulus kepada pelaku usaha supaya kegiatan perekonomian tetap tumbuh,” terang Ning Ita.
“Namun di sisi berbeda, kami berupaya bagaimana PADnya Kota Mojokerto ini tidak mengalami penuruan signifikan meskipun kita tahu daerah-daerah lain itu dengan adanya pandemi, mayoritas itu PADnya terjun bebas. Alhamdulillah berkah Allah Subhanahu Wa Ta’ala Kota Mojokerto meskipun pandemi PADnya tetap naik terus,” tambah Ning Ita.
Ning Ita menjelaskan, kemudian yang terakhir adalah tingkat pengangguran terbuka (TPT). Alhamdulillah melalui berbagai program yang kita laksanakan seperti inkubasi wira usaha, kemudian pelatihan bekerjasama dengan BLK sesuai dengan kompetensi.
“Setelah pelatihan kita ujikan kita kerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sehingga yang dilatih ini benar-benar memiliki keahlian dan punya sertifikat. Inilah yang bisa menjadi modal untuk bersaing di dunia kerja. Ini yang kita lakukan dan hasilnya bisa kita lihat TPT kita mengalami penurunan yang cukup signifikan. Di Tahun 2022 akhir kemarin hanya tinggal 5,05 yang sebelumnya mengalami peningkatan tajam akibat pandemi selama 2 tahun berturut-turut,” tutup Ning Ita. (Jay/Adv)










