Majalahglobal.com, Mojokerto – Bacaleg Dapil 2 Kabupaten Mojokerto, Nela Asitari mengadakan koordinasi pemenangan pemilu 2024 bersama Prof. Dr. K.H. Asep Saifuddin Chalim di Guest House IKHAC, Minggu (5/2/2023).
Ketua DPC PDIP Kabupaten Mojokerto, H. Achmad Anwar mengungkapkan, semua yang dihadirkan bu Nela disini, intinya menjadi tim sukses Bu Nela Asitari.
“Bagaimana caranya dan komitmennya menjadikan bu Nela menjadi DPRD Kabupaten Mojokerto. Saat jenengan mencari suara, kedepankan sopan santun dan etika. Semoga di tahun 2024 kita bersama bisa memenangkan bu Nela,” harap H. Achmad Anwar yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Mojokerto.
Ketua Bappilu PDIP Kabupaten Mojokerto, Ngatimun Al Munandar menjelaskan, semua yang hadir disini tujuannya adalah membentuk tim sukses Bacaleg bu Nela dari Dapil 2 Kabupaten Mojokerto.
“Jadi untuk Kecamatan Jatirejo ada 19 ranting dan 58 anak ranting. Kemudian untuk Kecamatan Gondang ada 18 ranting dan 67 anak ranting. Kemudian untuk Kecamatan Pacet ada 20 ranting dan 80 anak ranting. Kemudian untuk Kecamatan Trawas ada 13 ranting dan 29 anak ranting. Jika ditambah pengurus maka jumlah totalnya ada 350,” terang Ngatimun Al Munandar.
Lebih lanjut dikatakannya, jadi tugas Bappilu adalah mendesign pertemuan 50 Bacaleg. Tujuan pertemuan hari ini adalah memenangkan bu Nela menjadi DPRD Kabupaten Mojokerto dan memenangkan Gus Barra menjadi Bupati Mojokerto.
“Semua hidangan, fasilitas maupun biaya transportasi semuanya dari Romo Kiai Asep. Jangan lupa Februari 2024 pilih bu Nela Asitari dan November 2024 pilih Gus Barra menjadi Bupati Mojokerto, putranya Romo Kiai Asep. Sebagai informasi, bu Nela Asitari adalah istri dari Kepala Desa Dinoyo Kecamatan Jatirejo. Mohon doa dan dukungannya sekali lagi untuk memenangkan bu Nela,” harap Ngatimun Al Munandar.
Sementara itu, Nela Asitari menyampaikan doa untuk Romo Kiai Asep agar selalu diberikan kesehatan, keberkahan dan kelimpahan rezeki yang besar dan luas.
“Terima kasih kepada semua orang yang telah mengawal saya agar menjadi DPRD Kabupaten Mojokerto dan menjadikan Mojokerto yang lebih baik dan baik lagi. Menjadi seorang pemimpin adalah hak setiap manusia akan tetapi kita harus bisa mengemban amanah, jujur dan selalu memberikan solusi. Dan semua itu sudah Romo Kiai Asep buktikan, insha Allah nasihat itu akan selalu saya lakukan,” pesan Nela Asitari.
Disesi akhir, Romo Kiai Asep menyebutkan bahwa rakyat miskin di Indonesia masih ada 150 juta jiwa. Dan keadilan harus ditegakkan. Ayo perjuangankan kemerdekaan yang maju, adil dan makmur.
“Oleh karena itu, Mojokerto harus diupayakan menjadi maju, adil dan makmur. Caranya ya anggota DPRDnya adalah orang-orang yang baik. Yang saya tau Pak Anwar ini adalah orang yang baik. Calon-calon yang direkomendasikan Pak Anwar silahkan bisa dikumpulkan disini. Atas rekomendasi Pak Anwar pasti bu Nela bisa jadi DPRD,” terang Romo Kiai Asep.
Masih kata Kiai Asep, kemudian pilih bupati yang baik. Jika dua hal ini terwujud, maka kiprahnya harus diorientasikan untuk kepentingan rakyat bukan untuk dirinya dan teman-temannya.
“Ini ada 350 orang, masing-masing cari 3 orang berarti totalnya sudah ada 1400 orang. Kemudian 1400 orang itu mencari 10 orang maka dapat 14.000 orang. Maka dengan suara 14.000 itu bu Nela bisa menjadi DPRD Kabupaten Mojokerto. Kalau didata koordinator Desa, Koordinator Dusun dan koordinator RT maka akan pasti suara 14.000 tersebut. Kalau tidak ada datanya maka akan kesulitan nanti. Namun syaratnya harus jujur, disiplin, pandai berkomunikasi dan kerja keras agar hal itu bisa terwujud,” ungkap Romo Kiai Asep. (Jay)
