Majalahglobal.com, Mojokerto – Gus Karen Didoakan Kiai Asep Jadi DPRD Kabupaten Mojokerto. Diperkirakan Pemilu serentak tahun 2024 akan menjadi anomali dalam dunia politik nasional, khususnya di Kabupaten Mojokerto. Gambaran situasi peta politik yang tidak umum itu terjadi bukan tanpa sebab, KH. Asep Saifudin Chalim turut terlibat langsung dalam pemenangan dengan harapan mewujudkan Mojokerto, Maju dan Adil serta mewujudkan Pemerintahan yang benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat.
Kemudian Gus Karen Sudiono dan KH. Asep Saifudin Chalim menggelar acara silaturahmi dengan dihadiri masyarakat dari Kecamatan Ngoro, Pungging dan Mojosari yang juga dihadiri oleh Habiburachman Bacaleg DPR RI Dapil 8, Ketua DPW Jawa Timur Partai Nasdem Sri Sajekti Sudjunadi, Ketua DPD Kabupaten Mojokerto Suwandy Firdaus di Institut KH. Abdul Chalim, Sabtu (4/2/2023)
“Kita ini sudah memiliki pengalaman berbagai periode Bupati dan tidak ada dampak yang berarti bagi masyarakat, tentu anda bisa menilai sendiri dari berbagai periode itu” Ucap ulama yang kerap disapa Kyai Asep tersebut.
“Kepemimpinan itu seharusnya tasharruful imam ‘ala al ra’iyyah manutun bi al malahat, Wajib hukumnya memikirkan kepentingan rakyatnya! Kepentingan rakyat harus di atas segala-galanya! Dosa kalau dimonopoli atau direkayasa, rakyat tidak akan bisa berdaulat kalau dibohongi terus” tambahnya.
Situasi birokrasi Mojokerto yang semakin memburuk inilah yang membuat putra dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama tersebut prihatin dan terpaksa turun tangan agar kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan negara tidak mati. “Masyarakat Mojokerto harus terlibat aktif dalam gerakan perubahan ini, karena semua ini untuk masyarakat. Dengan membangun jaringan yang jujur, kita akan menuju kemenangan. Gus Barra yang kita harapkan bersama menjadi Bupati Mojokerto yang amanah, Gus Habiburachman sebagai DPR RI yang amanah, Pak Suwandi menjadi DRPD Provinsi yang amanah dan Gus Karen menjadi DPRD Kabupaten Mojokerto Dapil I yang amanah” pungkas KH. Asep Saifudin Chalim
Karen Sudiono yang berlatar belakang Ilmu Tassawuf turut meramaikan Pemilu 2024 sebagai Bacaleg dari Partai Nasdem menuturkan pandangan kritisnya terhadap situasi zaman ini.
“Orang sholat di shaf paling depan dengan pemabuk sama saja kalau tidak mengambil peran perjuangan di sisi yang haq untuk kemaslahatan umat. Seperti yang disampaikan Romo Kyai Asep dalam dalil tasharruful imam ‘ala al ra’iyyah manutun bi al malahat, kita semua sama saja. Yang membedakan apa? yang membedakan adalah apakah kita menjadi penonton seperti pemilu kemarin atau berjuang demi kemaslahatan bersama” terang pria yang kerap dipanggil Gus Karen tersebut.
“Pemilu 2024 nanti moral akan kembali pada masyarakat, masyarakat bisa menolak memilih pemimpin yang ingkar janji dan hanya janji palsu. Kalau saya pribadi tidak peduli jika tidak jadi DPRD, tapi ada yang lebih penting. Yaitu cita-cita Romo Kyai Asep berjuang mewujudkan Pemerintahan yang Amanah, berorientasi pada kepentingan masyarakat dan masyarakatnya cinta pada para pemimpinnya. Siapa Pemimpinnya? Bupati Mojokerto Gus Barra, DPR RI Gus Habib dan DPRD Provinsi Pak Suwandy” tak lama KH. Asep memotong ucapan Karen dan menyampaikan “enggak, insya’Allah kamu jadi nak” dengan disambut riuh dan tepuk tangan Tim pendukung Karen Sudiono.
Habiburachman bacaleg DPR RI Dapil 8 turut hadir dalam acara Silaturahmi Tim Sukses Karen Sudiono tersebut juga menuturkan bahwa lembaga eksekutif tanpa legislatif hanya akan menciptakan tatanan yang menguntungkan pejabat.
“Pemegang kekuasaan adalah Presiden, Gubernur dan Bupati/Wali Kota, kekuasaan rakyat harus dijalankan oleh DPR RI, Provinsi dan Daerah agar makna kekuasaan tidak diartikan penguasa tapi pelayanan. Karena pada akhirnya pelayanan dalam segala aspek kehidupan dapat dirasakan dengan utuh oleh masyarakat. Sehingga seharusnya keterlibatan langsung masyarakat hanya perlu hadir saat pemilu, tapi ketika pasca pemilu banyak petani yang resah memikirkan pupuk, ibu-ibu resah memikirkan harga bahan pangan naik, bapak-bapak resah memikirkan PHK, akses kesehatan dan pendidikan yang sulit. Berarti ada yang salah dengan pola pikir pejabatnya dan harus diganti model kepemimpinan seperti ini” ujarnya.
“Oleh karenanya, Gus Karen adalah sosok yang telah kami uji bertahun-tahun yang tepat untuk maju sebagai kandidat DPRD Kabupaten Mojokerto dan menjadi sparing partner Gus Barra di Pemerintahan nanti”
Ketua DPD Nasdem Kabupaten Mojokerto H. Suwandy Firdaus menuturkan bahwa Bacaleg dan masyarakat tidak perlu bingung saat pemilu nanti.
“Untuk Gus Karen, jenengan tidak perlu bingung karena jenengan tidak akan dipungut biaya sepeserpun untuk maju menjadi Caleg Partai Nasdem, karena inilah prinsip Nasdem, Politik tanpa mahar. Nanti bapak ibu sekalian juga tidak perlu bingung, Bupatinya Muhammad Al Barra, DPR RI Habiburachman, DPRD Provinsi Suwandy Firdaus dan DPRD Dapil I sinten?” Lalu disahut oleh hadirin yang datang dengan berteriak “Gus Karen! Karen Sudiono!”. (Jay)
