Majalahglobal.com, Halsel – Warga Desa Saketa, Gane Barat Desak Bupati Halsel dan Kadisperindag Cabut Izin Pangkalan Minyak Tanah N. Two Saketa Karena warga merasa dirugikan dengan tindakan Pangkalan N.TWO PT. SINERGI DHARMA NEGERI.
Setiap bulan BBM Minyak tanah Bersubsidi masuk di pangkalan N.TWO PT.SINERGI DHARMA NEGERI sebesar 5 ton, namun saat pembagian tidak sesuai Dengan prosedur dari PT.SINERGI DHARMA NEGERI.
Salah satu Warga menyampaikan ke Awak Media Majalaglobal yang berinisial WYA.
“Saya Secara Pribadi dan Warga yang lain menjadi korban Atas tindakan Pemilik Pangkalan N.TWO BBM Minyak Tanab dari PT. SINERGI DHARMA NEGERI. Pembagian BBM minyak tanah tidak sesuai. Masyarakat keluhkan Pembagian (BBM) Atau minyak tanah bersubsidi 1 KK atau Satu Kupon 10 Liter untuk Masyarakat, sedangkan Camat 20 Liter, Kades 20 Liter dan Imam 15 liter. Hal itu jadi masalah,” ungkapnya.
Keterangan dari masyarakat yang berinisial LS. “Saya Juga Jadi Korban karena Ketika Saya Ambil Minyak Tanah BBM Saya Tidak Dikasi Harga HET, karena Saya cuman lewat 2 Hari Saja. Jadi Saya Dikasi Dengan Harga Normal. Itu Yang saya bingungkan, padahal aaya ada kupon,” ungkapnya.
Keterangan Dari Pemilik Pangkalan N.TWO Desa Saketa Ketika dikonfirmasi lewat telepon mengatakan, pihaknya memberikan ke Camat 20 liter, Kades 20 liter, Imam 15 liter dan masyarakat 10 liter karena pejabat mungkin ada Kedatangan tamu.
Sementara, Koordinator Fitra PT.SINERGI DHARMA NEGERI Cabang Halsel menyampaikan ke awak media.
“Warga pernah keluhkan kepada Kami Persoalan ini. Yakni tidak tersalurnya BBM Minyak Tanah yang Berhak mendapatkannya. Pangkalan N.TWO kami juga sudah Berkoordinasi dengan Camat untuk menyelesaikan persoalan ini, karena Pak Camat itu punya Fungsi Kontrol di Desa Saketa karena masuk Wilayah Pemerintahannya,” ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakannya, Harga HET BBM Minyak tanah Bersubsidi tetap di harga HET 5,500.
“Kemudian kami dari PT SINERGI DHARMA NEGERI hanya siap distribusikan kepada Pangkalan dan membuat laporan Ke Disperindag Halsel Setiap bulan. Kami Akan Memanggil Pangkalan N.TWO agar menyelesaikan persoalan ini apabila tidak di selesaikan, sesuai pesan bos kami bakal mencabut pangkalan yang bermasalah,” tegasnya.
Media Majalaglobal Menghubungi Kadisperindag Halsel Namun saat ini nelum memberikan tanggapan dan penjelasanya. (Sahrul/Red)










