Kenduri Sadhuluran HMN, Satukan Visi-Misi Wujudkan Mojokerto Maju, Adil dan Makmur

Kenduri Sadhuluran HMN, Satukan Visi-Misi Wujudkan Mojokerto Maju, Adil dan Makmur
Gus Barra Saat Memberikan Sambutan
Majalahglobal.com, Mojokerto – Hari pertama Kenduri Sadhuluran HMN #2 berlangsung meriah dan berkesan. Acara yang dilaksanakan di Villa Katon Asri mengundang seluruh pengurus dan anggota Harimau Mojokerto Nusantara (HMN).
Panglima Harimau Mojokerto Nusantara Saat Menyambut Kedatangan Gus Barra

Panglima HMN, Endik Sugianto mengungkapkan, tujuan acara hari ini dan besok adalah untuk menyatukan visi-misi. Harimau adalah filosofi. Harimau adalah raja rimba. Harimau adalah Penyeimbang. Harimau tidak akan pernah berjumlah banyak.

Panglima Harimau Mojokerto Nusantara Saat Memberikan Sambutan dan Lukisan untuk Gus Barra

“Maka dari itu, Harimau Mojokerto Nusantara itu bukan bertujuan mencari anggota yang banyak, tapi lebih ke penyampai dan penyeimbang untuk melaksanakan tujuan Romo Kyai Asep menjadikan Mojokerto menjadi miniatur Indonesia. Menjadikan Mojokerto yang maju, adil dan makmur,” pesan Endik Sugianto, Sabtu (21/1/2023).

 

Lebih lanjut dikatakannya, hal itu bukan omong kosong belaka, hal itu pasti bisa terjadi dengan proses hari demi hari. Politik itu bukan soal hitam putih, politik itu bicara tentang plus minus. Perlu diketahui, saat ini sudah banyak anggota HMN menjadi Caleg untuk mengawal kebijakan Gus Barra.

 

“Gus Barra akan menjadi Bupati Mojokerto 2024 tanpa lawan, karena semua adalah kawan. Sudah waktunya pemimpin mewujudkan piramida terbalik, yakni pemimpin itu berperan sebagai pelayan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat. Gus Barra bisa jadi penyeimbang di Kabupaten Mojokerto dan harapannya bisa menjadi Gubernur Jatim dan Presiden Republik Indonesia. Jadi filosofi lukisan yang kami berikan kepada Gus Barra bermakna Gus Barra bakal selalu dikawal Harimau hingga akhirnya Gus Barra menjadi Presiden Republik Indonesia,” harap Endik Sugianto.

 

Sementara itu, Dewan Pembina HMN, Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum. menyampaikan, politik dalam arti yang sesungguhnya adalah memberikan kemaslahatan dan kesejahteraan bagi masyarakat. Tapi dalam arti yang buruk, politik adalah perebutan kekuasaan untuk menentukan kebijakan.

 

“HMN mengawal kebijakan pemerintah di Mojokerto. Bukan hanya HMN, seluruh lapisan masyarakat juga berhak mengontrol kebijakan pemerintah. Karena HMN sifatnya merangkul masyarakat, maka HMN harus mampu mendengar masyarakat dan kemudian hasil dari pemikiran bisa dipublikasikan melalui media untuk memberikan saran ke pemerintah. Sehingga hal itu bisa menjadi pertimbangan pemerintah untuk menentukan kebijakan. Yang terakhir, semoga kedepannya, HMN semakin kuat persatuannya. Hal itu merupakan modal awal kita untuk mencapai tujuan kita,” jelas Gus Barra yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Mojokerto. (Jay)

Exit mobile version