mahkota555

Pilkada Mojokerto Pernah Rusuh, Kapolresta: Kalau Sampai bikin Rusuh Akan Saya Sikat

Pilkada Mojokerto Pernah Rusuh, Kapolresta: Kalau Sampai bikin Rusuh Akan Saya Sikat
Pilkada Mojokerto Pernah Rusuh, Kapolresta: Kalau Sampai bikin Rusuh Akan Saya Sikat
Majalahglobal.com, Mojokerto – Jelang pesta demokrasi tahun 2024, insan media diharapkan mengambil peran dalam menjaga kondisi stabilitas sosial-politik di Bumi Mojopahit.

 

Mengingat, dalam sejarahnya, pemilu di Indonesia seringkali identik dengan terjadinya sejumlah konflik akibat perbedaan pendapat di tengah masyarakat.

 

Sehingga, insan media, yang merupakan sumber informasi, bertanggung jawab untuk menghasilkan berita yang mendukung kondusifitas di masyarakat.

 

“Selain itu juga terkait dengan berbagai latar belakang di Kota Mojokerto, sehingga ada potensi sara,” tutur Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam Coffee Morning Forkopimda Kota Mojokerto bersama insan media se-Mojokerto Raya di Sabha Kridatama Rumah Rakyat, Kamis (19/1/2023).

 

Namun, sejauh ini keberadaan enam pemeluk agama di Kota Mojokerto terbilang kondusif. Warga berbeda keyakinan dapat hidup saling berdampingan.

 

Satu suara dengan Ning Ita, Dandim Kodim 0815/Mojokerto Letnan Kolonel Inf M. Iqbal Prihanta Yudha serta Kapolresta AKBP Wiwit Adisatria yang turut hadir dalam forum tersebut juga mengharap para rekan media dapat melaksanakan fungsi tersebut.

 

“Mari bersinergi untuk mewujudkan Bumi Mojopahit yang kondusif, sehingga kegiatan pesta demokrasi dapat berjalan baik dan lancar,” ujar Letkol Inf M. Iqbal Prihanta Yudha.

 

Lebih lanjut, Wali kota Mojokerto menekankan terdapat faktor lain yang juga dapat memperkeruh stabilitas masyarakat, yaitu kondisi ekonomi. Belakangan, isu inflasi menjadi ancaman di seluruh dunia.

 

Oleh karenanya, dari berbagai faktor, sosok yang akrab disapa Ning Ita ini mengharap sinergi berbagai pihak, termasuk juga TNI dan Polri.

 

“Tanpa dukungan TNI dan polri tentu tidak bisa menjaga agar tetap kondusif,” ungkap Ning Ita.

 

Sementara, Kapolresta Mojokerto AKBP Wiwit AS menerangkan, dimana dalam waktu dekat pada 2023, Kota Mojokerto akan menghadapi tahapan Pilkada.

 

“Saya berpesan mari kita bersinergi agar pesta demokrasi nanti dapat berjalan dengan baik,” harapnya.

 

Kapolres menyinggung kejadian tahun 2010 telah terjadi kerusuhan dalam proses Pilkada.

 

“Semoga kejadian tersebut tidak terjadi dan terulang lagi pada pilkada dan pilpres serentak tahun depan,” ungkapnya.

 

Kapolresta berharap peran dan bantuan, agar media dalam menyajikan pemberitaan yang mengutamakan kepentingan publik dan HAM.

 

“Kedepankan etika jurnalistik dan mari bersama-sama menjaga kondusifitas serta sajikan berta-berita yang berimbang,” tandas Wiwit.

 

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Wiwit Adisatria mengeluarkan warning keras bagi orang atau gerombolan yang membuat rusuh di kota terkecil se Jawa Timur akan disikat.

 

“Jangan main-main di Kota Mojokerto, kalau sampai bikin rusuh akan saya sikat dan tidak pandang bulu,” tegas AKBP Wiwit.

 

Ia menambahkan, saat ini Polres Mojokerto Kota sudah menahan enam orang terkait keonaran itu. Hanya saja keenamnya adalah pelajar, sehingga pihaknya tidak melakukan penahanan dan proses hukum tetap berlanjut.

 

“Pelajar tidak saya tahan karena saya kasihan tapi proses tetap berlanjut. Kalau saya tahan mereka nanti akan jadi apa, SKCK tidak bisa keluar,” tegasnya.

 

Wiwit berharap, situasi Kota Mojokerto bisa kondusif di semua lini apalagi jelang pemilihan legislatif dan kepala daerah mendatang.

 

“Saya, Wali Kota Mojokerto dan Dandim berharap situasi tetap kondusif agar masyarakat bisa merasa aman dan nyaman,” pungkasnya. (Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *