Majalahglobal.com, Mojokerto – Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto dari Partai Gerindra, Sujatmiko, S.Pd., M.Si. mengadakan konsolidasi Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) dan Dewan Pimpinan Rukun Tetangga (DPRt) bersama Pendiri Ponpes Amanatul Ummah, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A., Sabtu (17/12/2022) di Guest House IKHAC, Pacet, Mojokerto.
Kiai Asep mengatakan, 350 kader Pak Sujatmiko hari ini harus ditambah lagi. Setiap kader harus bisa cari 2 orang. Jadi total kader Pak Sujatmiko nantinya ada sebanyak 1050 kader. Setelah itu 1050 kader itu disuruh cari teman 15, maka total kader nantinya ada sebanyak 16500 kader. Liwetan saja acaranya saat konsolidasi di desa-desa nanti agar semakin akrab suasananya.
“Insha Allah kalau tepat sasaran bakal baik nanti suara Partai Gerindra. Semua kader-kader tersebut harus ditulis by name by addres. Perlu diketahui, setiap hari ada 1 orang yang gantung diri karena terlilit hutang di rentenir ataupun pinjaman online. Hal ini terjadi karena Bupati Mojokerto tidak memikirkan hutang-hutang masyarakat Kabupaten Mojokerto,” ungkap Kiai Asep
“Mas Barra anak saya yang merupakan Wakil Bupati Mojokerto sama sekali tidak dilibatkan dalam mengambil kebijakan. Seharusnya Kepala Daerah itu bisa memberikan penghasilan yang layak, akhirnya rakyatnya tidak punya hutang dan punya rumah. Dan itu sangat-sangat bisa jika Kepala Daerah orientasinya untuk kepentingan rakyat,” tambah Kiai Asep.
Lebih lanjut dikatakannya, kalau Bupati Mojokerto mementingkan kepentingan rakyat, maka tidak mungkin Guru TPQ hanya diberi Gaji Pemerintah Rp. 200 ribu/tahun atau Rp. 15 ribu/bulan.
“Mas Barra ini sudah lama tidak boleh komunikasi dengan sana sini. Bahkan ada surat undangan tidak disampaikan. Janji kampanye terus berusaha kami laksanakan secara mandiri. Contohnya mobil pengantin, baik dari sopir maupun bensinnya saya yang membayar. Beasiswa Sekolah gratis juga telah kami laksanakan sejak lama. Bahkan di tahun 2024 kalau Mas Barra jadi Bupati Mojokerto, saya akan mendirikan di tiap kecamatan pinjaman tanpa bunga. Saya minta Baznas terlibat didalamnya agar masyarakat tidak punya hutang,” terang Kiai Asep.
Sementara itu, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Mojokerto, H. Hidayat, S.Ag., M.Si. menjelaskan, pekerjaan rumah dari Kiai Asep adalah konsolidasi dan agendanya adalah liwetan. Utara sungai wajib komitmen memenangkan Pak Sujatmiko.
“Pesan saya untuk Pak Sujatmiko, tolong perhatikan Gedeg dan Dawar. Kebetulan saya insha Allah akan mencalonkan kembali menjadi DPRD Provinsi Jawa timur. Dan saya siap mengelilingi desa-desa untuk konsolidasi dengan agenda liwetan. Itu momen penting maka saya sempatkan. Kita akan viralkan Partai Gerindra hadir di tengah-tengah desa kita semua,” ujar Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur ini.
Menanggapi hal tersebut, Sujatmiko mengucapkan terima kasih banyak atas kehadirannya. Meskipun jauh tetap semangat datang kesini untuk konsolidasi demi kebesaran Partai Gerindra Kabupaten Mojokerto.
“Mohon dukungannya di Pemilihan Legislatif 2024. Saat ini masih 90% ranting yang sudah terbentuk. Insha Allah di awal Januari 2022 sudah terbentuk 100% rantingnya. Mohon doa dan dukungannya,” harap Sujatmiko. (Jay)
