Majalahglobal.com, Mojokerto – Bakal Calon Legislatif Harris Setiawan mengundang 300 Koordinator RT wilayah Kecamatan Trowulan dan Sooko di Guest House IKHAC, Pacet, Mojokerto, Sabtu (10/12/2022).
Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Mojokerto, H. Mohammad Santoso, S.E. menjelaskan, di pemilu tahun 2024 nanti Mas Harris Setiawan harus menjadi DPRD Kabupaten Mojokerto, kemudian Gus Afif jadi DPR RI dan Gus Barra jadi Bupati Mojokerto.
“Jadi 300 Koordinator RT yang datang hari ini merupakan pendukung Mas Harris. Panjenengan semua harus komitmen untuk mendata pendukung Mas Harris by name by addres. Jadi nanti data yang terkumpul pasti kami kroscek. Setiap koordinator RT wajib mendapatkan 18 pendukung dengan disertai data yang konkrit,” ungkap Abah Santoso.
Sementara itu, Panglima Harimau Mojokerto Nusantara (HMN), Endik Sugianto, S.H. menuturkan, Romo Kiai Asep Saifuddin Chalim yang merupakan pendiri Ponpes Amanatul Ummah telah mewakafkan 3 putranya untuk menjadikan Mojokerto maju, adil dan makmur.
“Gus Barra menjadi Bupati Mojokerto 2024, Gus Afif menjadi DPR RI 2024 dari Fraksi PAN dan Gus Habib menjadi DPR RI 2024 dari Fraksi NasDem. Partai PAN secara matematis nanti bakal mendapatkan 12 kursi. Apalagi nanti ditambah partai NasDem. Insha Allah kita bisa memenangkan Gus Barra menjadi Bupati Mojokerto 2024. Saya yakin semua yang datang ini tidak berkaki dua,” harap Panglima HMN.
Disisi lain, Pendiri Ponpes Amanatul Ummah, Prof. Dr. Romo Kiai Asep Saifuddin Chalim menyampaikan, nanti semua yang datang di acara hari ini bakal dikumpulkan oleh koordinatornya dalam hal ini Mas Harris.
“Jadi semua yang datang di acara hari ini wajib mengumpulkan 18 pendukung by name by addres. Jadi dari 18 pendukung tersebut dipilih 3 orang lalu dikumpulkan di rumah Mas Harris. Nah 3 orang tersebut ditugaskan untuk mengumpulkan 15 pendukung by name by addres dan waktu bulan puasa kita berbuka puasa bersama disini,” jelas Kiai yang dermawan ini.
Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya sangat prihatin dengan banyak kasus gantung diri akibat terlilit hutang pinjaman online maupun rentenir.
“Saat Gus Barra menjadi Bupati Mojokerto, saya akan meminjamkan uang Rp 1 Miliar di setiap Kecamatan tanpa ada bunga. Tidak boleh ada bunga. Dan saya nanti akan meminta Baznas untuk membuat data itu. Jadi pinjaman uangnya bergilir. Bupatinya harus Gus Barra karena niat orientasinya untuk rakyat. Bukan untuk kepentingan pribadi,” tandas Kiai Miliarder ini. (Jay)










