Majalahglobal.com, Mojokerto – Tabligh Akbar semarakkan peringatan empat tahun pengabdian Ning Ita
Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menggelar Tabligh Akbar dalam rangka memperingati empat tahun pengabdian Wali kota Mojokerto, Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ita.
Dengan mengenakan busana muslim serba putih masyarakat yang didominasi kaum hawa nampak hadir dalam acara yang berlangsung di depan Kantor Pemkot Mojokerto Jalan Gajah Mada ini.
Acara berlangsung khidmat sekaligus semarak, ditambah kehadiran dai asal Yogyakarta yang kerap muncul di TV nasional, Ustadz Wijayanto.
Dalam sambutannya, Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari mengungkapkan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukungnya dalam membangun Kota Mojokerto.
“Seluruh capaian dan pembangunan Pemkot Mojokerto baik fisik maupun sumber daya manusia itu semua adalah berkat sinergi kolaborasi, gotong royong serta keguyuban seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat Kota Mojokerto,” katanya, Senin (5/12/2022).
Sebagai informasi, tidak kurang dari 80 jenis penghargaan, baik tingkat nasional ataupun provinsi, dari kementerian, pemerintah provinsi maupun swasta, berhasil diraih Kota Mojokerto dalam 4 tahun kepemimpinan sosok yang akrab disapa Ning Ita ini.
Ke depan di sisa satu tahun pengabdian, Ning Ita berharap semangat sinergi dan kolaborasi berbagai pihak tersebut tidak luntur. Namun, justru lebih kuat agar seluruh target pembangunan yang telah direncanakan dapat terealisasi dengan baik.
“Semoga saya bisa menutup pengabdian secara Husnul Khotimah,” ujar wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini.
Melalui kegiatan yang juga diisi dzikir dan tahlil bersama ini, Ning Ita juga mengajak segenap masyarakat Kota Mojokerto untuk bermunajat, berdoa demi keselamatan negeri. Mengingat, banyaknya peristiwa bencana alam yang menelan korban jiwa belakangan ini.
“Semoga rakyat Indonesia dan warga Kota Mojokerto khususnya senantiasa dilindungi Allah SWT dan dihindarkan dari segala jenis bencana,” tuturnya.
Pihaknya mengajak segenap hadirin agar dapat mengambil hikmah dari berbagai kejadian yang ada. Sehingga dapat senantiasa mengingat kepada Sang Pencipta, serta memupuk semangat ukhuwah antarumat demi terciptanya kesatuan dan kelancaran pembangunan bangsa. (Jay)










