Majalahglobal.com, Halsel – Ricuh sesama Warga Masyarakat telah terjadi. Diduga pemicunya oknum Kepala Desa dan Kaur Desa Lele Kecamatan Mandioli Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) yang menyebut Bupati Halmahera Selatan.
Berdasarkan hasil penelusuran Awak Media Majalahglobal.com Biro Halsel. Desa Lele pada tanggal 15 November 2022.
Terkait puluhan tong BBM jenis minyak tanah milik PT. Sinergi Dharma Negeri dimanfaatkan Kepala Desa Lele dalam momentum Pilkades serentak 2022 mengakibatkan telah terjadinya ricuh sesama Warga Masyarakat disana.
Disampaikan sejumlah Warga Masyarakat Desa Lele pada Awak Media bahwa, kejadian tersebut diduga kuat ulah dari Kepala Desa Lele Ruslan Djaber dan Kaur Kemasyarakatan Desa yakni Said Muksin serta Kasman Abdullah sebagai kaur pembangunan.
“Bermula Kades bersama dua orang kaurnya meminta pihak APMS agar Kupon BBM bersubsidi jenis minyak tanah sebanyak 249 diambil alih oleh pemerintah Desa yang akan membagikan ke Masyarakat,” Kata (Warga).
Sambung Warga, Minyak tanah terbatas sehingga hasil kesepakatan dengan pihak APMS agar Warga yang sudah diberikan Kupon Pihak pangkalan milik PT. Babang Raya tidak perlu diberikan Kupon dari PT. Sinergi Dharma Negeri.
“Padahal, sebagian besar dikasih dua Kupon bagi yang bersedia memilih kembali Kades saat pencoblosan Cakades di tanggal 19 November 2022 nanti, sehingga hal ini memicuh kemarahan warga dan terjadi perselisian sambil adu fisik,” ujar warga.
Selain itu Kata Warga, saat pembagian Kupon Kades bersama kedua Kaur Desa Lele itu diduga kuat sambil membawa beberapa selembar kertas petisi untuk meminta tandatangan Masyarakat dan memberikan ancamam keras kepada Masyarakat disana.
“Kami merasa terancam sebab Kades dan dua orang Kaurnya sampaikan, jika Warga tidak memilih Kades nomor urut 1, dalam Pemilihan serentak Cakades pada tanggal 19 November 2022 mendatang. Bakal tidak diberikan Minyak tanah dan BLT atau bantuan lain,” ungkap Warga.
Selain itu, Warga membenarkan salah satu kaur pemerintahan Desa Lele Bapak Israel mengatakan secara umum bahwa, Bupati Halmahera Selatan Bapak Usman Sidik masih tetap mempertahankan Kepala Desa (Cakades) Nomor urut 1 karena otaknya cerdas dan Kandidat nomor urut 2 tidak akan menang sebab di Kabupaten Ibu/Kota Labuha para pejabat Daerah saling kenal dekat dengan Kades.
“Bahkan kami diancam istri Kades ibu Nursafa Sanusi bila masyarakat menyelidiki serta menyebarluaskan terkait penyalahgunaan Dana Desa bakal dilaporkan ke pihak kepolisian. Jadi pemilihan nanti akan terjadi kekacauan karna disini situasinya sangat panas,” jelas Warga.
Terpisah, Kaur Kemasyarakatan Desa Lele Said Muksin, pada awak Media mengatakan dirinya sebatas ikuti perintah atasan membagikan Kupon BBM jenis minyak tanah kepada sejumlah masyarakat.
“Saya tidak bisa sampaikan lebih, karena saya sebatas melaksanakan perintah atasan untuk membagikan Kupon kepada Masyarakat bersama Kades,” katanya.
Selang waktu, Sekretaris Desa Lele Muri La dada membenarkan terjadinya ricuh akibat pembagian Kupon tersebut.
“Saya sebatas tau salah paham antara Warga disini terjadi keributan di hari senin tanggal 14 November 2022 menyangkut Kupon BBM, untuk yang lain saya tidak tau,” Jelas Muri.
Sementara, pengawas APMS PT. Sinergi Dharma Negeri Desa Lele, Rizki Nasir di konfirmasi terkait Kupon mengaku terjadinya ricuh di dua TKP berbeda.
“Pemerintah desa minta ambil alih Kupon atas permintaan Kepala Desa Lele. Jumlah Kupon kami serahkan sebanyak 249 Lembar tapi sisahnya 47 Lembar dikembalikan ke kami. Kemudian hari senin kemarin Warga saling adu mulut sambil berkelahi didepan APMS. Sebelumnya keributan berawal di depan Kantor Desa Lele karena sebaian Warga dikasih dua Kupon,” ucap Rizki.
Terpisah Kepala Desa Lele Ruslan Djaber berulang kali didatangi ke kediamannya tidak berada ditempat hingga berita ini diyangkan masih dalam tahap upaya konfirmasi. (Sahrul)
