Majalahglobal.com, Mojokerto – Sebagai upaya mencegah stunting, Ketua TP PKK Jawa Timur Hj. Arumi Bachsin, S.E. mengajak 138 murid Sekolah Dasar (SD) untuk mengikuti gerakan minum susu serta sosialisasi makan telur dan daging. Sosialisasi dilaksanakan di SDN Kupang 2, Jetis, Kabupaten Mojokerto, Senin (31/10/2022).
Aksi tersebut merupakan ajakan kepada anak-anak usia dini, dalam rangka mengenalkan edukasi gizi yang harus dilakukan dalam rangka mencegah stunting atau gagal tumbuh kembang anak.
Kegiatan sosialisasi ini dikemas dalam bentuk menarik seperti gerakan minum susu bersama dan disertai permainan yang membuat minat anak-anak semakin ingin mengetahui akan pentingnya asupan yang diperlukan tubuh.
“Kenapa kita harus minum susu? Makan telur dan daging? agar pertumbuhan adik-adik lebih bagus sehingga dapat meraih prestasi di sekolahnya. Siapa yang bercita-cita menjadi Pilot? atau menjadi pak Polisi? Tentara? atau jadi dokter? Perawat? Semua pasti bisa. Oleh karena itu kita harus memenuhi gizi,” jelas Arumi.
Pada kesempatan tersebut, Arumi juga menjelaskan pada anak-anak terkait ciri-ciri anak stunting. Diantaranya ialah memiliki tinggi tubuh dan juga ukuran tubuh yang kurang dari usianya. Selain itu anak stunting susah menangkap pelajaran.
“Solusi terbaik ialah dengan rajin minum susu serta mengkonsumsi telur, daging dan protein lainnya. Zat kalsium dan zat besi menjadi salah satu yang paling penting di masa tumbuh kembang anak,” ungkap Arumi.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Sekolah SDN Kupang 2, Sariono, S.Pd.SD. menjelaskan, Alhamdulillah stunting di Desa Kupang ini tidak ada. Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Arumi Bachsin yang telah memberikan perhatian khusus kepada 138 murid SDN Kupang 2 hari ini.
“Semoga gizi kita seimbang, keluarga sehat dan negara kuat. Sebenarnya saat Ibu Arumi meninjau sekolah kami tadi. Ingin rasanya meminta bantuan untuk pembangunan toilet SDN Kupang 2. Mengingat toilet kami sangat memprihatikan kondisinya dan hanya terdapat 2 toilet saja sedangkan jumlah murid kami 138. Semoga dengan adanya teman-teman media yang memberitakan ada tindak lanjutnya,” harap Sariono, S.Pd.SD. (Jay)










