Majalahglobal.com, Mojokerto – Petani Ayam Potong dalam minggu ini merugi puluhan juta hingga ratusan juta. Hal ini akibat cuaca panas ekstrim yang mencapai suhu berkisar 38 c° sehingga ayam yang akan dipanen mendadak mati.
Kejadian ini dialami pengusaha dari Dusun Glatik Desa Watesnegoro Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto, H Anang Wauji yang harus menanggung kerugian puluhan juta hingga ratusan juta seperti penelusuran awak media majalahglobal com.
“Tadi pagi Sabtu 24 September 2022 kami langsung menyaksikan panen ayam potong dilokasi kandangnya di desa setempat. Betul-betul betul diluar dugaan. Ayam yang siap panen ini mati massal dan seperti hari ini ayam yang mati ada sebanyak 510 ekor. Belum kemarin juga banyak. Total Kematian dalam 1 minggu ini ada sebanyak 2176 ekor,” jelas H. Anang, Sabtu (24/9/2022).
Lebih lanjut dikatakannya, kejadian ini hampir setiap tahun. Pabrik Jawa selaku kemitraan harusnya memanen lebih awal. Tidak harus menunggu 44 hari.
“Hari ini adalah hari ke-34 sudah ada 2176 ekor yang mati. Belum tahu hari ke-35 sampai hari ke-44 ada berapa ekor lagi yang mati. Yang jelas modal kita tidak mungkin kembali, kita rugi besar padahal ayam ini soal bobotnya sudah sangat baik dan memenuhi target. Cuma gara-gara cuaca ekstrim 3 hari ini yang menyebabkan banyak ayam sekarat dan langsung mati massal,” jelas H. Anang Wauji. (Tohir/Jay)
