SIDOARJO,majalahglobal.com – Sebanyak 40 warga Kecamatan Prambon dan Warga Kecamatan Wonoayu mengikuti pelatihan kerja yang diselenggarakan oleh Dinas Ketenagakerjaan Sidoarjo di Kecamatan Wonoayu hari ini Rabu,(7/9/2022),resmi ditutup oleh Bupati Sidoarjo H.Ahmad Muhdlor,S.IP,dalam penutupan pelatihan tersebut hadir Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo,Ainun Amalia,S.Sos juga didampingi Camat Wonoayu Probo Agus Sunarno,S.Sos.MM dan hadir pula Nara Sumber Dari Unesa Surabaya mengikuti Acara penutupan Pelatihan Pastry dan Spa Refleksiologi di Pendopo Kecamatan.
Sebelum kegiatan pelatihan ini ditutup, mereka dilatih menjadi seorang pastry atau pembuat kue dan spa refleksiologi. 20 warga untuk mengikuti pelatihan pastry dan 20 orang lainnya mengikuti pelatihan Spa Refleksiologi. Pelatihan yang berlangsung selama 9 hari itu yang dimulai pada tanggal 30 Agustus – 7 September 2022, hari ini pelatihan kerja itu resmi ditutup oleh Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor, S.IP di pendopo Kecamatan Wonoayu.
“Dalam sambutannya Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor mengatakan kegiatan pelatihan ini adalah sebagai salah satu wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk menciptakan 100 ribu lapangan kerja baru,Program 100 ribu lapangan baru menjadi salah satu dari 17 program prioritas dirinya bersama Wakil Bupati H. Subandi,SH.
Melalui pelatihan kerja yang sudah dilakukan oleh beberapa kecamatan diharapkan soft skill warga Sidoarjo semakin meningkat untuk merambah dunia kerja.
“Pelatihan ini adalah bentuk komitmen Kabupaten Sidoarjo untuk memastikan bahwa 100 ribu lapangan kerja di Kabupaten Sidoarjo bisa tercapai.
Harapannya adalah ditengah TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) yang cukup tinggi, saya harapkan Kabupaten Sidoarjo juga berani mengambil sikap bagaimana langkahnya agar angka pengangguran ini berkurang,” tandas Bupati yang juga kerap dipanggil Gus Muhdlor.
Dalam kesempatan itu Gus Muhdlor juga berpesan agar warga Sidoarjo dapat bersiap menghadapi dinamika kerja kedepannya. Kapasitas diri harus meningkat untuk dapat bernilai di dunia kerja.
Selain itu warga Sidoarjo diminta untuk merubah mindset untuk tidak hanya menjadi pekerja, Namun bagaimana dapat menciptakan lapangan kerja yang baru, Dengan kata lain menjadi owner.
“Di era sekarang ini, cara terbaik untuk dapat survive adalah meningkatkan kapasitas kita sendiri, sehingga kita dianggap bernilai, dan dianggap punya nilai yang berbeda dengan yang lain,Yang kedua mari kita rubah mindset, jangan hanya menjadi pekerja tetapi mari menciptakan lapangan kerja yang baru,”tuturnya.
Masih dikatakan Gus Muhdlor bahwa pentingnya output peserta setelah mengikuti pelatihan ini, Mereka diminta untuk mempraktekkan langsung hasil dari mengikuti pelatihan.
Bahkan ia berharap para peserta pelatihan kerja nantinya dapat juga meningkatkan kapasitasnya sebagai seorang pastry maupun spa refleksiologi
“Pelatihan seperti ini akan mubadzir kalau setelah mengikuti pelatihan sampai akhir njenengan semua nggak mau praktek di rumah.
Yang penting harus dipraktekkan, sehingga kemudian ilmu yang didapat tidak sampai terlupa.
Sambil dipraktekkan nanti juga akan lebih bagus lagi kalau bisa upgrade kapasitas,” pungkas Muhdlor.
” Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo,Ainun Amalia,S.Sos dalam keterangannya didepan awak media,ini adalah perdana kami istilahnya kalau diibaratkan mobil masih pemanasan,tapi saya mengutip apa yang disampaikan oleh Bapak Bupati sebagai sambutannya mudah – mudahan dengan pelatihan ini kita harapkan,meskipun kita tidak bisa menyediakan lapangan pekerjaan tapi minimal dari masyarakat atau yang khusus peserta pelatihan ini nantinya kedepan akan bisa membuka lapangan pekerjaan yang mandiri,jadi kita sekarang sudah mendidik masyarakat kita untuk membuat lapangan pekerjaan mandiri,kalau hanya menggantungkan pada perusahaan dan sebagainya mungkin kapasitas perusahaan juga terbatas sehingga kita mencoba untuk memberikan pelatihan – pelatihan ini sebagai menguji kompetensi masyarakat ini untuk bagaimana kita memberikan lapangan pekerjaan bagi diri kita sendiri dan mungkin ketika nanti hasil pelatihan ini bisa dikembangkan secara makhruf kepada masyarakat mungkin akan bisa membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat – masyarakat yang lain,”tuturnya.
“Dan ini tentu insyaAllah ada keterlanjutan dari proses pelaksanaan ini,mungkin kita akan kordinasi dengan OPD terkait,kalau seingat kami pelatihan itu sudah ada Great – greadnya,jadi mulai gread dasar dilaksanakan di OPD mana kemudian level 1 nanti di OPD mana,mungkin level – level kelanjutannya mungkin nanti akan ada di Disperindag atau Dinas Perekonomian dan sebagainya,ini yang akan kita lakukan kordinasi lebih lanjut dengan OPD terkait dan kami sudah mengkonsep kedepan bahwa peserta -peserta pelatihan ini yang nantinya akan kita kawal melalui,untuk sementara dari group – group WhatsApp dulu,jadi kita kawal,saya menggarisbawahi dan akan melaksanakan apa yang menjadi sambutan Bapak Bupati ,bahwa peserta – peserta jangan sampai dilepas dan intinya kita kawal terus,dan harapan Kadisnaker kedepan bagi peserta – peserta menjadi orang yang mandiri,dan bisa menerapkan hasil pelatihan ini,dan masalah penerapan pelatihan ini sebuah keharusan karena kami sudah bersusah payah untuk memberikan program ini kepada masyarakat dengan harapan masyarakat juga harus memfollow -up apa yang sudah menjadi semangat kita bersama,dan setiap pelatihan ini bermacam – macam ada 12 hari ada juga 20 hari tergantung dari jenis pelatihannya,”pungkasnya Ainun Amalia,S.Sos Kadisnaker Sidoarjo.(sgi/mg)
