mahkota555

DKPP Ngawi Adakan Sekolah Bisnis Petani di Agro Techno Park Ngrambe

DKPP Ngawi Adakan Sekolah Bisnis Petani di Agro Techno Park Ngrambe
DKPP Ngawi Adakan Sekolah Bisnis Petani di Agro Techno Park Ngrambe

Majalahglobal.com, Ngawi – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi diawal bulan Agustus 2022 telah menggelar kegiatan sekolah bisnis petani di Agro Techno Park Ngrambe.

Dilaksanakan selama tiga hari, yakni pada 3 hingga 5 Agustus 2022 lalu, kegiatan Sekolah Bisnis Petani Angkatan I dan II itu juga biasa disebut dengan istilah Farmer Business School (FBS).

Supardi, Kepala Dinas DKPP mengatakan bahwa FBS ini untuk melahirkan petani yang mempunyai semangat menjadi pengusaha, tentu sebagai petani yang handal.

“Ini merupakan salah satu kegiatan Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP) yang tertuang pada petunjuk pelaksanaan kegiatan di tahun 2022,” kata Supardi, Senin (29/8/2022).

“Dan IPDMIP ini merupakan serangkai kegiatan Rantai Nilai atau Value Chain. Tentu juga diharapkan program kegiatan ini mampu melahirkan petani yang mempunyai semangat untuk menjadi pengusaha tani,” imbuhnya.

Supardi menjelaskan, bahwa Kabupaten Ngawi sudah melaksanakan kegiatan rantai nilai ini sejak tahun 2018, dimulai dari pemetaan awal Rantai Nilai sampai dengan Validasi Rantai Nilai.

“Jadi ini juga kegiatan pendampingan fasilitasi Rantai Nilai Lanjutan. Pada akhirnya memunculkan wilayah prioritas kabupaten yang menjadi pilot kegiatan rantai nilai,” ungkapnya.

Peserta sekolah bisnis yang digelar DKPP melibatkan Gapoktan Sri Mulyo Rahayu, Desa Guyung, Kecamatan Gerih. Terdapat 60 orang peserta tersebar dari 10 Wilayah Lokasi Pelaksana Proyek IPDMIP.

“Kegiatan ini sangat kami harapkan, karena dalam kegiatan ini peserta dikenalkan dengan materi managemen agribisnis sekaligus pengelolaan keuangan sederhana, Akses Layanan Keuangan,” ujar Lamidi ketua Gapoktan Sri Mulyo Rahayu.

“Serta kegiatan Pasca Panen, Packing, Branding dan Marketing serta dikenalkan smart farming, budidaya pertanian ramah lingkungan dan budidaya hortikultura,” tutupnya. (Heru)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *